Laged

Ahahaha. Kalo inget nama itu, jadi rasanya kembali ke enam tahun lalu, saat baru kenal sama bocah-bocah ini. Masuk ke kelas 2-4, aku duduk sebangku sama Wiwit. Depannya ada dua anak “kembar” yang rajin banget upacara, Fany dan Vita. Di depannya lagi ada Omen –yang kemudian menolak dengan tegas dipanggil Omen – atau Puput yang duduk sama Melina. Dari dekatnya bangku tempat duduk kita berlima, lama-lama persahabatan itu tumbuh. Karakter satu sama lain pun terbongkarlah.

Aku : Suka lupa nama orang, bahkan temen sebangkunya sendiri. Tp Alhamdulillah udah sembuh penyakit ini. Hehehe.
Wiwit : tomboyy pisan, euy tp paling setia mendengarkan, dan psikolog pada eranya. (makasih,wit)
Fany : Manja, karakter anak terakhirnya kental sekali. Tp paling royal, rumahnya sering jd base camp (base camp, boleee…)
Vita : gosippers paling cihuy, dan paling hayu diajak kemana-mana.
Omen : keahliannya ngambek dan berantem sama Fany. Cuma Melina yang sabar sama dia. (kemana sih lo, Men??)

Tapi, karena seringnya kami berinteraksi, lama-lama jadi merasa udah sehati. Kami punya buku curhat yang berseri sampai 4. (Siapa sih yang dulu gak punya buku curhat rame2???hehehe). Waktu pertama kali punya buku curhat bersama, kami bingung cari nama. Akhirnya, dengan ide cemerlang dari aku, nah terciptalah nama LAGED, yang merupakan kependekan dari : Last Girls Borned (padahal dari segi grammar, kalimat itu udah salah banget! :P).Dan dari situlah, kami share banyak cerita dan semakin dekat satu sama lain.

)

berkumpul minum ocha di sushi tei 🙂

Selain karena sering main bareng, curhat2an, dan melakukan aktivitas bersama lainnya, kami juga punya satu kesamaan. Kesamaan itu adalah, menjadi penggemar dari seorang ikhwan ketua Rohis di sekolah pada era kami, (hahahahaha), yaitu ya…..gak usah disebutlah. Sering kalo kami lagi ngegosip berlima di depan kelas pas istirahat, si abang ini lewat dan kami siap-siap pasang muka innocent dan siap-siap ganti topic pembicaraan yang lebih islami.

Oh ya, satu catatan penting tentang ketua Rohis ini.
Beliau anak murid dari kelas 2-1, yang kelasnya ada di paling kanan di lantai dua. Persis di sebelah kelasnya, berdirilah masjid 47 yang megah. Setiap jam istirahat, ketua Rohis ini melakukan ibadah yang Subhanallah, jarang dilakukan pada anak-anak seumurnya, termasuk kami (hehehehehehehe), yaitu salat Dhuha. Nah, karena letak masjid yang tidak mungkin dicapai langsung dari kelasnya, meskipun letaknya bersebelahan, ketua Rohis ini pun harus melalui 5 kelas yang ada di sebelah kelasnya untuk sampai ke mesjid 47 dengan menuruni tangga yang ada di antara kelas 2-6 dan 2-7. Hal yang hampir selalu terjadi setiap harinya adalah, hampir semua murid perempuan yang ada di sekitar kelas yang harus dilalui ketua Rohis ini untuk mencapai tangga, akan bersiap-siap menantikan munculnya ketua Rohis ini di depan kelas mereka. Maka, ketika timing nya sudah pas, semua siap pada posisi dan ketua Rohis ini menebar pahala dengan menjawab salam dari semua perempuan yang mengucapkan salam padanya. Bisa di bayangkan, dia harus mehanan dirinya menghadapi para penggilanya dengan sikap yang selalu sabar dan selalu menjawab salam dari penggemar-penggemarnya. Apalagi kalau hari jumat, makin banyak aja perempuan yang berebut minta perhatian berkenaan dengan seragam jilbab yang dipakai setiap hari Jumat. Hahaha. Mungkin, kalau ada tangga di sebelah kelasnya, dia gak perlu repot-repot ngelewatin 5 kelas dengan kehebohan yang agak tidak biasa untuk mencapai mesjid. Tapi, itulah seninya punya ketua Rohis yang jadi idaman setiap wanita pada eranya.

Oke, cukup soal ketua Rohis ini.

Yang menjadi inti di sini adalah gak berasa bahwa udah 6 tahun kami bersahabat. Meskipun di kelas 3, Omen udah hilang dari peredaran, tapi kami berempat sampai sekarang masih sekali-kali ngumpul kalau ada kesempatan. Ya, yang menjadikan kami gak bisa sering-sering bersama ya karena kesibukan masing-masing. Terlebih, kuliah kami gak ada yang sejurusan meskipun ada yang satu universitas. Aku, kebetulan gak sengaja kuliah di UI, Fany di STT Telkom Bandung, Vita di FKG UNPAD, dan Wiwit di Psikologi UNPAD. Jujur aja, waktu tau kalau temen-temenku yang bertiga ini kuliah di Bandung semua aku sedih juga. Aku ngerasa kehilangan, meskipun ada banyak temen-temen yang lain di Jakarta. Tapi rasanya, gak sama seperti aku saat sama mereka. Untung, setiap liburan kami masih sering menyempatkan waktu untuk ngumpul.

Satu yang aku paling bangga dari kami berempat adalah, kami GAK PERNAH SATU KALIPUN BERANTEM. Aku bilang sih ini hebat. Mungkin karena kami yang masing-masing punya rasa toleransi yang besar sehingga bisa menerima kekurangan masing-masing, meskipun PASTINYA, kami pernah ngerasa kesal satu sama lain. Wajar lah, berinteraksi dengan orang lain gak selamanya menyenangkan. Tapi tetap aja hal ini yang paling aku banggakan. Kami juga selalu saling support, dan gak pernah mengecilkan hati yang lain. Salah ataupun benar, kami gak pernah men-judge satu sama lain. Karena itu, aku ngerasa nyaman banget sama ketiga sahabatku ini. Karena meskipun aku salah, mereka gak akan menghakimi aku apalagi ninggalin aku. Dan ketika aku kena akibat dari perbuatan aku yang salah, mereka juga gak akan menambah kesengsaraan aku. Mereka tetap ada di samping aku dan gak bosen memberikan pendapat terbaiknya. JADI, AKU GAK PERNAH TAKUT UNTUK MENJADI DIRI AKU YANG SEBENARNYA DAN GAK PERLU MENJADI PALSU KARENA INGIN MEMUASKAN KEINGINAN MEREKA.

Oh iya, satu hal lagi yang aku banggain dari kami berempat. Kami seneng banget ketawa. Pokoknya kalo udah ngumpul, selalu ada hal yang bikin kita ketawa. Berkumpul sama mereka bikin aku lupa sama masalah, dan waktu akan kami laluin dengan hanya bersenang-senang.

Ah, jadi kangen sama mereka bertiga.

P

kami lucu2 kan??? 😛

INI NOTE PENTING GUE BUAT KALIAN YANG SEMOGA KALIAN BACA :
Meskipun mungkin, gue bukan sahabat terbaik kalian, tapi buat gue kalianlah sahabat terbaik gue. Gue bangga punya sahabat yang hebat-hebat seperti kalian. Biar seluruh dunia tau, bahwa kalian adalah orang-orang yang selalu gue anggap penting. Gue sayang banget sama kalian dan gue punya harapan bahwa persahabatan kita akan terus berlangsung sampai kita manula. Karena buat gue, kalian adalah manusia-manusia indah yang dikirim Tuhan selain kedua orang tua gue untuk mengisi hati dan jiwa gue dengan yang namanya cinta dan kasih sayang yang tulus, serta cahaya yang selalu memancarkan keceriaan. I love you, my best best friends……. Gue kangeeeeeeeeeeeennnn bangeetttttttttttt sama kalian!

Jadi, KAPAN KITA KE DUFAN LAGI??? ATAU KEMANA KEK??!!
JANGAN PADA SOK SIBUK DEH…
KAYAK ORANG PENTING AJA SIH…
Hehehehe… 😛
Piss, lov, en gaul….

Advertisements

Pengamen teatrikal di Deborah..

Aku ini mahasiswi UI yang sialnya tinggal jauh dari kampus.  Setiap harinya kalau mau ke kampus, aku naik sebuah bis jurusan Depok satu-satunya yang aksesnya paling dekat sama rumahku.

Satu kata tentang bis itu : penderitaan. sempit, umpel2an, kenek gaib yang tiba-tiba bisa ngelewatin barisan penumpang yang bejubel berdiri. Hua…

Tapi kata itu gak berlaku di musim liburan gini, setidaknya buat aku..

Pagi ini alhamdulillah Deborah gak penuh, jadi bisa duduk. Karena agak lengang pelataran bis-nya, jadinya pengamen banyak yang tertarik mencoba peruntungan.

Pengamen pertama : nyanyi lagunya Afgan yang pas bulan puasa, full vibra mpe gak kedengeran liriknya…

kasih lah seribu, suaranya mayan bagus sih meski vibra-an mulu gak selesai-selesai..

Pengamen kedua : PENGAMEN TEATRIKAL. Serius deh, baru kali ini ngeliat pengamen yang “total” banget…

dia modal suling doang tapi performance-nya penuh totalitas meski gak didukung suara idol. dan jreng-jreng..dengan pede jaya dia memainkan sulingnya yang (based on my opinion) asal-asalan, note nya kabur-kaburan, setiupnya ajah. udah gitu, dia berenti main suling dan menyanyikan lagu kuda lumping sambil joget ngibing di pelataran bis yang lumayan sempit…. TOTAL ABIS!!!!

aku mau ketawa tapi gak tega, kyanya jahat banget gak menghargai apresiasi seni orang..

tapi kok ya agak gimana gitu denger suara dan tariannya yang sembrono,, huhuhu..

udah gitu, selesai kuda lumping, penumpang berdiri udah mulai berdatangan. aku pikir, udahan sampai di situ aja..

tapi ternyata eh ternyata.. dengan diplomatisnya dia bilang : “baiklah, tembang itu memang sudah cukup lawas.. untuk lagu-lagu selanjutnya juga cukup lawas.. ”

what?coba itu ya diulang… lagu-lagu selanjutnya… berarti akan ada lebih banyak lagi performance darinya..

haduhhhhhhhh…. tapi untunglah, alhamdulillah ya Allah.. dia akhirnya cuma bawain satu lagu dangdut yang judulnya goyang senggol, masih dengan mininal, tiupan suling asal-asalan, dan joget ngibing yang total banget..

fyuh… tp aku salut sama kepercayaan dirinya, totalitasnya..

kasih juga seribu lah!

hehehe ^.^

Lihat Karaktermu di Doubutsu Uranai

Dōbutsu uranai (動物占い in Japanese) or zoological fortune-telling is a recent Japanese divination trend based on an animal horoscope. Each person is categorized into an animal-type based on their birthdate, and based on their animal-type they are supposed to have certain personality traits. There are four categories of animals, each representing a position on two axes: self-centered vs. mindful of others and focused vs. easily distracted. (wikipedia)

Ajang mengukuran karakter yang cukup lucu, dan cukup akurat.. coba di coba..

my result :

Desliana Indrayani
05/12/1986

You are Purple Sheep, who is gentle toward people, and likes to take care of others.
You are kind and possess graceful attraction.
You will not oppose to others, and no matter what, you always take a passive attitude.
You don’t express your inner emotions easily, and will not actively lead others.
You tend to always take a safer path, and are rather timid.
You will not do anything adventurous.
Your type of women tends to have high aspirations, and hold huge expectation and ideals toward others.
Therefore, in contradiction, you may be feeling dissatisfaction on the inside.
Your personality is very cautious, and have observing eyes.
You are good at reading other people’s minds and feelings.
And you don’t get wrong. You tend to manipulate people by using talent.
You are also very intelligent and have great kowledge.
You are always thinking of interests, before acting.
You tend to be rather temperamental person.
And once you make up your mind, you don’t easily change, and can be obstinate.
Although you value relationships with others, you also like being on your own.
Therefore you may suffer from your own contradiction. — nah, lho??
Although you are a passive sort of person, you do possess perseverance and are a person of action.
Once you are on fire, you show unbelievable energy. — benar, terkadang sampe gak bisa tidur saking semangatnya!
You like dressing up, so you are suited to follow your career than staying at home. — not true at all… i don’t like dressing up that much, just try to wear or use a right thing in the right place.. 🙂 and also, I would love to be a stay-at-home-mom than pursuing a career… ^.^

so, would u like to try??

just visit this site