it’s been 28 weeks now!! can’t hardly wait ;)

alhamdulillah…

blog ini masih bisa dibuka dan saya gak lupa passwordnya! yippie! 😀 saking lamanya gak pernah blogging lagi semenjak menyandang status ‘Nyonya’. hihihi..

eniwei, sekarang aku udah jadi calon Ibu. kehamilanku sudah masuk minggu ke 28, which is…12 weeks to go!!
ini aku waktu umur kehamilanku 6 bulan (24 minggu).

perutnya sudah besaaaarrr…hehehe.
dan aku cinta perubahannya, melihat perutku yang tambah besar setiap minggu nya rasanya amazing.
betapa nikmat dan karunia Allah swt amat besar, mengizinkan aku untuk mengandung seorang calon manusia yang akan menjadi keturunanku dan suami.
Subhanallah…

sebagai bumil yang kritis (kritis sama penasaran gak beda jauh kan ya ;p), aku punya tabel perkembangan janin setiap minggunya. aku unduh dari salah satu website ternama http://www.ayahbunda.co.id
seperti ini tabelnya :

dari sini kita bisa lihat setipa minggunya berapa rata-rata berat dan panjang si calon baby.
jadi kalau kita kunjungan bulanan ke dokter, bisa dikira2 hasilnya gimana 🙂

Di minggu ke 28 ini, calon baby ku semakin aktif. apalagi kalau udah malem. susah tidur deh Ibunya. hehehehe.
dia gerak ke kanan ke kiri mengikuti posisi tidur Ibunya. setiap malem suami ku dengan setia mengoleskan “Cussons First Years for New Mun : Stretch Mark Cream” di perutku supaya nanti stretch mark pasca melahirkan bisa diminimalisir, dan tentunya biar gak gatal berlebihan seiring dengan semakin besarnya perutku.

Calon baby ku cukup responsif terhadap stimulasi suara, khususnya suara Al Qur’an dan musik. kalau aku mengaji, atau aku pasangkan rekaman org mengaji, dan aku kasih denger musik klasik dia langsung merespon dengan banyak gerakan.
insya Allah, usaha yang aku lakukan ini bisa membuat ia menjadi anak yang smart dan bertaqwa. amin ya rabb…

perubahan di tubuhku juga sudah sangat kentara, dulu pake baju M udah ‘Muat’, sekarang harus pake baju XL supaya bisa ‘Xtra Lega’ hehehe. ada beberapa baju sebelum hamil yang masih bisa dipakai, tapi kebanyakan sih ga..hahaha.
mungkin pertambahannya udah 12 kilo lebih kali yaa, dihitung dari sebelum hamil. fyuh..gpp lah kata suami ku masih seksi.hahaha

due date nya 4 Februari 2012…rasanya masih lama banget. aku pengen waktu berjalan lebih cepat lagi supaya hari itu cepat datang. i wanna see my baby soon! hehehehe… gak sabar pengen ketemu, meluk, menyusui, cium, waaaah pokoknya rasanya rindu banget sm si calon baby.

takut melahirkan? hmmmm…Alhamdulillah gak berlebihan. baca buku ini itu, denger pengalaman yang sudah melahirkan cukup menggambarkan bagaimana sakitnya pengalaman melahirkan itu. tp aku harus positive thinking, bahwa proses ini indah. bahwa nantinya kesakitan itu akan tergantikan dengan lahirnya pelipur lara kami ke dunia. mencoba membayangkan bahwa setelah kesakitan itu ada hal yang sangat indah, karunia yang sangat besar dari Allah swt.
maka, dari sekarang aku melakukan self therapy untuk meminimalisir ketakutan berlebihan pada saat melahirkan nanti. tawakkal dan mendekatkan diri pada Allah swt aku selalu coba lakukan agar nantinya semua dimudahkan. insya Allah…

I’m so excited! 🙂

Oia, bulan2 ini saatnya hunting baju dan perlengkapan baby! yeay…makin excited.

Love,
Dedes

Advertisements

the rapid acceleration.

5 desember 2010.
aku menikah dgn laki-laki pilihanku. pasangan ku yang telah bersama denganku dalam kurun waktu kurang dari setahun terakhir. people asked, “are you sure with your choice?” atau “is he really the one?”
bukan pertanyaan seperti itu yang aku takutkan dan ragukan jawabannya. tapi aku lebih bingung ketika ditanya apakah siap dengan pernikahan ini.

aku selalu jawab, “insya Allah siap.”
karena aku pikir, pertanyaan seperti itu tidak akan pernah ada ujungnya. sampaikan kapanpun, seorang manusia bebas tidak akan pernah sepenuhnya siap menyerahkan kebebasannya pada siapapun. manusiawi, karena aku, kau, dia, kalian, mereka, adalah individu-individu bebas namun dan bukan barang diperjual belikan. kesiapan, adalah masalah keikhlasan dirimu untuk mengalami perubahan setelah kau menentukan satu pilihan dalam hidup.

dan apakah aku siap? jawabannya lagi-lagi insya Allah aku siap.
sebab jujur, aku tak punya deskripsi yang konkrit di alam pikirku. aku hanya menerka, dan sesekali belajar pada yang sudah berpengalaman.

dan setelah aku mulai menjalani pilihanku, maka yang bisa kuungkapkan dari pernikahan bagiku adalah “rapid acceleration.”

sebelum menikah, aku adalah individu yang senang pada kebebasan dan cenderung berbuat sesuka hati. dan setelah menikah, dua hal tersebut adalah dua hal yang harus kujauhkan sebisa mungkin. apalagi namanya kalau bukan rapid acceleration jika kau harus mengubah segala kebiasaan yang mengakar dengan kebiasaan baru yang asing bagi syaraf-syarafmu.

kadang accelerasi ini sangat melelahkan hingga aku tak berdaya. kadang aku rindu kebebasan, tapi segera kusadar bahwa ini adalah konsekuensi dr pilihanku. dan aku harus bertanggung jawab atas apa yang kupilih. aku tidak menyesal memilih ini dan menghadapi rapid acceleration. hanya mungkin, ini butuh waktu dan energi yang banyak.

and the story goes…

It’s finally come to our journey..
time’s up for both of us to look for the best one.
‘coz we’re both too lucky to have each other

bismillah..we’ll take another step
and we’ll look forward for the happiness to come

and our happiness wouldn’t be complete without your presence and your pray on our big day.

The occassion will take place and time on :
Day/Date : Sunday/ 5 Dec 2010
Time : 11.00 AM – 03.00 PM
Place :
Komp. Andrawina Jl. Cemara I Komp. Andrawina No.B/7 RT.04/01
Pamulang, Tangerang Selatan

We look forward for your appreciation by come to our wedding.

Till we meet!

Warm Regards,
Dedes & Adji

*Note :
Please find the location map on below post.

part 3 : love fool.

January, 2010

Tahun sudah berganti, tapi tampaknya aku gak bisa ke lain hati. Setiap hari cuma iwish upon a falling star, berharap ada keajaiban aku bisa punya kesempatan untuk lebih dekat.

Alrite, I knew that he’s not single anymore and the most interesting part is, I can definitely bear this situation, dan bahkan merasa lebih ‘tertantang’.Dalam hati masih punya keyakinan untuk terus bertahan dan seakan sulit banget untuk memilih hati yang ditawarkan seseorang yang lain.

One day, I had a chance to SAT RIGHT IN FRONT OF HIM. Aku kebetulan sedang menyaksikan sebuah video menggunakan player milik rekan yang tepat duduk di depannya. Dan kebetulan, saat itu ia sedang ada di mejanya dan juga rekan setimnya yang lain.

Sesekali bisa lah curi-curi pandang dan kadang, entah ini kegeeran atau gak, dia juga melakukan hal yang sama. Oh, No…ini semakin menantang. Seneng banget rasanya, tapi di dalam hati juga ada rasa kesal. Kenapa dia harus terus ramah dan bikin GR padahal aku tau kenyataannya ia sudah punya pacar.

Momen terdekatku dengannya tesebut, justru menimbulkan polemik yang lain. Aku malah dijodoh-jodohin dengan rekannya yang meminjamkan player video padaku. Bahkan, ketika yang lain heboh bersuara, ia dengan santainya juga menanggapi. Ugh, sakit…deh..huhuhu. Rasanya agak marah dalam hati, dan daripada semakin kesal, lebih baik aku pergi dari tempat itu.

Sore harinya, aku bertemu dengannya dan rekan2 setimnya di depan kantor saat ingin pergi ke supermarket terdekat kantor. Mereka sedang santai dan asyik menyantap bakso. Mataku jelas tepat sasaran menuju target di radar, memandang ke arahnya. Ia tersenyum padaku dan berkata, ‘Hai’ dan aku jawab dengan hal sama. Namun, justru rekan nya yang dengan sangat peduli menanyakan arah tujuanku ke mana. Damn, so ironic and pathetic me.

Beberapa hari kemudian, muncul foto di jejaring sosial yang menandakan kedekatanku dengan rekannya tersebut. Haduh…bukannya bermaksud rude, aku langsung remove namaku dari foto itu, aku cuma takut dia akan lihat foto itu. Hancurlah dunia kalau dia sampai mengira aku beneran dekat sama orang itu.

Aku pantau terus setiap hari foto itu. Lumayan banyak komentar-komentar iseng, tapi gak satu pun komentar dari sang oknum sasaran. Tidak ada reaksi sama sekali darinya di saat yang lain sibuk berkomentar. Positif, he doesn’t even care. Means that, I think I waste my time hoping that someday, he’ll look at me.

Also, gak lama kemudian muncul komentar yang sangat bikn hatiku hancur berkeping-keping receh. Dari satu komentar, aku tahu satu hal yang tersirat bahwa ia mungkin akan segera menikah. Satu hal tersebut sangat bikin aku down, dan akhirnya berhenti memantau foto itu. I give up. Aku malah sempat merasa sudah malah dengan yang namanya ce-i-en-te-a.

It was unfair. Totally unfair. Di saat aku menemukan orang yang benar-benar aku suka dan inginkan, justru aku gak bisa memilikinya. Padahal, it took a lot of time and efforts to fall in love again. But, once I sucessfully falling in love, seems like the love itself won’t take my side.

I’m drowning in despair. Okay, jika aku gak bisa memilikinya…mungkin takdir. Tapi buruknya, pelampiasanku adalah, I play and flirt with another hearts. Sahabat terdekatku bahkan sampai memperingatiku untuk berhenti menjadi seorang ‘player’.

Yang aku heran, sikapnya selalu ramah padaku dan bahkan kadang agak terkesan flirting. Pernah satu kali aku menanyakan hal basa-basi padanya. “Kok gak makan bakso nih Mas sore2?”
jawabannya, “tergantung…kalau makannya sama kamu baru mau”.

Oh God, so tempting. Tapi sangat dimungkinkan itu hanya sebuah sikap cunihin yang bisa diaplikasikan pada wanita mana saja. Tapi tetap saja, aku sueneeeeeeng buangetttttt nget nget. Such an old teaser, but still a killer.

Yah, bagaimana mungkin buatku untuk mendapatkannya. Tak lama lagi, mungkin ia akan menikah. dan aku cuma seorang gila yang berharap non sense bahwa he’ll choose me instead of marrying his girl. I’m totally fool. Falling in love foolishly with another woman’s man. It was fooling in love.

I think I can’t never have him. So, let’s play and flirt with another ones while hoping someday love would be fair to me.

“Love me, love me say that u love me..fool me fool me..go on and fool me..
Love me love me…pretend that u love.. need me need me..just say that u’re need me”

To be continued..

*Picture from http://blissinimages.files.wordpress.com/2009/05/wish-upon-a-star.jpg

part 2 : the day after tomorrow.

december, 2009

Okay. I’m definitely under his spell. Nyengir2 sendiri setiap habis papasan, cari2 alasan main ke lantai tempat dia kerja demi berharap liat senyumnya, dan beruntungnya saat itu..salah satu tuntutan kerjaan memang mengharuskan ke suatu ruangan yang otomatis melewati mejanya.

He’s such a mystery to me. Terlihat cool dan tenang, tapi selalu buka suara untuk menyapaku kalau kita papasan. Dan selalu kelihatan serius dan berpikir kalau sedang kerja.

‘please tell me why do birds, sing when u’te near me..sing when u’re close to me..they say that i’m a fool for loving u deeply, loving u secretly..’
Yup, that was the right lyrics to describe the moment.

I’m crushed. Sepertinya harus ada cara untuk membuka jalan lebih dekat lagi. Dan akhirnya aku nekat titip salam untuk dia melalui salah satu teman di kantor.

Salam itu anomim dan tersampaikan pada waktu yg tepat, tapi juga bertepatan dengan kabar buruk yang datang.

He’s not single anymore.

Hancur hatiku kaya lagunya olgha..hehehe. Yes, i’m blue. Gak rela harus menyerah dan berhenti. Walaupun mungkin, gak berencana bertindak apapun. Tapi rasanya, gak mau untuk mencari hati yang lain, udah keburu kepincut. Hehehe. Meskipun mungkin pada saat itu, ada orang yang lebih jelas memberikan perhatiaannya. But i can’t.

Yah, dia bukan untukku mungkin ya. Meskipun dalam hati ada ide gila, ‘sebelum bendera kuning berkibar, masih punya kesempatan,’ hehehe…

Ya sudahlah…we’ll see aja selanjutnya gimana. Biar aja salam itu jadi mistery yang suatu saat ketika waktunya, akan terungkap.
I’m still underspell..but nothing i can do.

‘but i crashing my mind whenever u are near, getting deaf, dumb, and blind..just drowning in despair.. I am lost in ur flame, it’s burning like the sun..and i call out ur name, the moment u are gone.. I’m telling all tomorrow’

picture from http://farm3.static.flickr.com/2322/2091320150_a313935f87.jpg

just happy, I guess.

One day, dari sebuah serial hollywood favoritku, aku dengar satu pernyataan yang simple tapi sangat mencerahkan.

Ceritanya, ada beberapa tokoh yang sedang terlibat pembicaraan. Salah satu dari mereka kemudian bertanya kepada yang lain,

what do you want in your life?”

Lalu, di antara mereka ada yang menjawab, ” just happy, I guess.”

It’s simple. Tapi buatku itu sangat berkesan. Karena kebanyakan dari kita ketika ditanya pertanyaan yang sama akan menjawab semua yang dicita-citakannya dalam hidup. Gak salah memang, it’s natural and supposed to be. Hanya aja, kebanyakan dari kita lupa, apapun yang kita miliki dan lakukan nantinya gak akan punya arti ketika gak ada unsur kebahagiaan di dalamnya. Notice that.

Aku gak mencoba idealis atau normatif, hanya menekankan dalam diriku bahwa kebahagiaan adalah motor yang menggerakkan semangat dan memberikan motivasi dalam hidup.

So, what I want in my life?
For me, not only to achieved the things that I dreamed of. but also being able of feeling happy do what I do, and have what I have.
And for me, doesn’t really matter whether I got the things that I dreamed of or not, but also being able doing and having the things that make me happy.

So, what things would make me happy?
Let’s find out and see.

the moment i told, “i am happy for you”

Lately, aku merasa hati ini ada yang aneh.
Seperti ada hal yang perlu diselesaikan.
Akhirnya, dengan effort yg cukup besar, aku mencoba untuk menyelesaikan apa yang perlu diselesaikan.
Aku mengalami perdamaian akhirnya, dengan sakit hatiku dan dengan org yang memberikan rasa sakit itu. Indah, meskipun sempet juga nangis.
Ada beberapa hal yang aku sesalin saat itu.
But hey, that’s a plan. Master Plan of the Master of the World.
Aku terima itu, karena inilah memang jalannya. Setelah itu, ada juga yang masih terasa mengganjalAku coba cari tau, apa ini.
Belum bisa officially merasakan ini.
Akhirnya, aku cari cara untuk bisa merasakan hal ini.
Sampai akhirnya aku mengetahui sesuatu.
Bahwa ia sudah menemukan yang ia cari.
Sesosok perempuan yang mungkin selama ini ia nantikan.
Sejenak, ada yang terasa sakit. Aku jujur dalam hal iniMeskipun sudah lama berlalu.
Tapi ketika aku tahu bahwa ia bahagia, dan tentunya mendapatkan apa yang ia mau.
Sakit ini berubah menjadi lega, tenang, dan ikut merasakan bahagia yang tak penah kuduga sebelumnya.
Aku tau hari ini akan terjadi.
Hari di mana ia pergi ke pelukan perempuan lain.
Ketika kubayangkan, mungkin aku akan menangis, meratap, dan sengsara.
Tapi, Allah memang Maha Baik, Maha Bijaksana.
Hal yang kubayangkan tidak terjadi.
Aku tersenyum, bahagia, dan tak bisa berhenti tersenyum.
Sungguh, Allah sangat sayang padaku.
Aku tidak akan takut lagi.
Aku tidak takut lagi.
Dan dengan santun kuberitahu padanya,
“jangan khawatirkan aku, aku bahagia untukmu”
Aku siap sekarang untuk cerita-cerita manisku sendiri.
Aku tidak takut lagi.
Melepaskannya, dan mengetahuinya bahwa ia mendapatkan yang diinginkannya.
Buatku itu kebahagiaan yang tak ternilai.
Maka, the moment I told, “I am happy for you”
It means, I am truly happy, truly happy to feel, truly happy to say.