Parenting Challenge

Alrite. Rasanya udah lama banget gak nulis lagi..dan begitu buka ini jreng jreng…ada utang cerita flash back yang belum lunas-lunas. Well, gimana ya belum ada inspirasi buat nerusin cerita yang itu..hehehehe.

Kali ini, saya tepatnya sedang mengalami dilema perbatinan, Halah, bahasanya. Well, baru ngerasa ternyata dunia parenting itu challenging banget. Salut banget buat Mama-Papa yang udah sukses membesarkan 4 anak perempuan dengan akhlak yang baik (insha Allah baik semua).

Pasti bukan tugas yang gampang yang namanya ngurus dan mendidik anak. Salah didik di saat kecil bisa jadi bumerang saat dia dewasa. Mungkin sebagian orang ada yang beruntung punya anak yang sifat dasarnya memang mudah diatur, tapi buat saya…bukan berarti gak beruntung tapi Alhamdulillahnya saya dikasih tantangan untuk mendidik putri saya yang aktif dan cenderung bertipe agresif.
in playground

Awalnya ketika saya sadar anak saya bertipe seperti ini, saya gloomy banget dan malah jadi self blaming ngerasa mungkin karena saya bekerja setiap hari jadi anak saya kurang perhatian.

Jujur, hal itu ngebuat saya stress dan nangis bombay karena feeling guilty banget. Mungkin karena pada saat itu saya curhat pada orang yang kurang tepat. Bukannya memotivasi namun orang tersebut sukses bikin saya kepikiran berhari2. Well, mungkin bukan salah dia sih..karena memang kondisi yang dia hadapi dengan saya berbeda. I’m working mom dan dia stay at home mom.

Akhirnya, saya curhat lah sama sahabat lama saya, seorang kandidat spesialis psikolog anak. Panjang lebar curhat dan finally ngerasa lega banget dengar penjelasannya. Inilah bedanya konsultasi sama yg profesional dan yang bukan. Maksudnya bukan menyalahkan teman saya yang pertama, tapi kalau yg professional kan dia bisa membaca dan menganalisa situasi orang lain tanpa harus mengikutsertakan pengalaman pribadi nya.

Oke, ternyata saya gak boleh nyerah dan mewek karena anak saya bertipe agresif. Ini bisa ditangani dengan bijak. Bismillah, akhirnya saya ngerasa yakin aja saya bisa mendidik anak saya dengan baik.

Saya ubek2 artikel2 parenting di internet dan menemukan beberapa yang bagus yang menyatakan bahwa memang balita 1-2 tahun wajar memiliki sifat agresif. Dan cara penangan yang paling baik adalah kita harus bersikap sebaliknya, lembut tapi tegas.

Namanya ortu kan role model anak ya..kalau kita hadapin yang agresif dengan sikap yang agresif juga yang ada dia merasa bahwa sikapnya adalah benar karena “my parents did that”. Well, make sense ya.

Nah, gimana caranya menghadapi anak yang agresif tanpa kita jadi ikutan stress?? Ini Pe-er nya yang berat.

Artinya, yang pertama harus diubah adalah diri orang tua sendiri. Caranya, kenali diri sendiri sifatnya kayak gimana. Oke, kalo saya tempramen, pundungan, ceplas ceplos serta suka egosentris. Gak ada yang bagus banget ya keliatannya.

But at least saya bisa paham karakter saya sendiri. Dan PR buat saya yang pertama adalah self shoothing dan self calming yang baik supaya bisa menangani anak saya dengan lembut. Selama ini udah lembut sih tapi rasanya masih suka meledak dan stress.

Intinya, PR nya adalah mengendalikan diri supaya gak meledak di saat2 yang gak diharapkan. Karena di saat ‘meledak’ bisa jadi anak ngerasa takut, tapi hanya sementara dan lagi2 pada akhirnya dia merasa fine untuk begitu karena, “my parents did that”. Duh, apalagi anak saya copy cat nya jago banget…salah2 ucap kata aja bisa gawat karena dia cepat banget nge-beo nya.

Mudah2an saya bisa menangani dan mendidik anak saya dengan baik ya. Yuk ah, positive thinking..inshaa Allah bisa!
my cutie

Flash Back Part I : Penantian

alright, kemarin tiba2 posting cerita kehamilanku yang ternyata udah berjalan 28 minggu-an. setelah sekian lama nya gak blogging.

biar ada konsistensi cerita (saahhh…), sekarang waktu nya share tentang perjalanan menunggu datangnya jawaban doaku sampai di akhir trimester kedua.

Penantian
Semua org pasti setuju kalau yang namanya menantikan sesuatu itu rasanya bikin -meminjam istilah yang lg happening- galau-galau gimana gitu. Ahahahaha. Yes, penantian itu galau, jendral! Syndrom pengantin baru itu hampir sama di sebagian besar pasangan baru, pengen cepet punya momongan. Ya, meskipun sebagian pasangan memilih sengaja menunda karena satu dan lain hal. Dalam kasus ku, aku dan suami sepakat tidak menunda tapi juga gak kepengen buru-buru. Masa perkenalan yang cukup singkat bikin aku ingin menikmati mesra-mesraan pacaran selepas menikah.
Rasanya masih belum pengen direpotkan dengan urusan anak, masih pengen santai-santai dan masih menyesuaikan diri juga dengan kehidupan pasca menikah yang bisa aku bilang gak mudah. Kepengenku, yaaa at least di bulan ke-4 menikah aku hamil. Jadi anakku lahir tepat setahun pernikahan ku.
Ini rencana awal aja.
Setelah berjalan…ternyata aku sangat menantikan kehadiran si buah hati. Apalagi melihat dan mendengar cerita teman-teman yang baru menikah dan langsung dikasih hamil sm Allah swt. Dalam hatiku aku juga ingin seperti mereka.
Kecemasan-kecemasan mulai dataaaang…

Di bulan pertama, aku masih santai dan sibuk dengan jalan-jalan menikmati pacaran dengan suamiku. Kami sepakat kalau soal anak itu sudah digariskan oleh Allah swt, jadi tidak perlu ngoyo.Tapi sempet sih beli testpack dan hasilnya negatif.

Masuk bulan ke dua, haid ku mulai aneh. Yang biasanya mundur eh jadi maju seminggu. Plus dengan rasa sakit yang tak tertahankan. Daripada penasaran, akhirnya ku cek ke RS Hermina mengenai haid ku ini dan sekalian juga mau ngecek keadaan rahimku apakah sehat dan baik-baik saja.. Alhamdulillah nothing to worry about. Sebenernya aku disuruh balik lagi setelah haid selesai, tapi aku gak balik. hehehehe. Selesai haid aku malah beli test pack…ya sapa tau..iseng2 berhadiah. šŸ˜›

Bulan ketiga, haidku mundur 2 minggu lebih. Akhirnya aku coba beli test pack (lagi). Sebenernya urusan test pack ini bikin aku tengsin dan cape juga sih. Setiap bulannya bolak-balik ke apotik beli test pack. Yg jaganya sampe kenal. Hihihihi.. udah gitu, belinya berbagai macam merk pula. Ya, namanya usaha.
And then again, hasilnya negatif. Tapi kok kenapa haidku belum datang-datang juga padahal udah telat lebih dr dua minggu.
Akhirnya aku dan suami datang ke Obgyn lagi. Kali ini aku datangin RSIA deket rumah, namanya RSIA Sayyidah. Dapet dokter cowok yang guanteng. Ahahaha, jadi seneng. Namanya dr Aditya Kusuma, SpOG. Masih muda dan orgnya informatif sekali. Dia menjelaskan apa itu yang namanya infertilitas lewat slide demi slide di laptopnya.
Ini lho di dokter ganteng dan baik hati itu.. (hasil googling dan ketemu di URL ini http://www.flickr.com/photos/selamatkanibu/4831066319/)

Setelah dicek dan ricek, di rahimku gak ada masalah. Hanyaaaaa… seharusnya kalau sudah menjelang haid, dinding rahimku menebal hingga sekian mm (lupa tepatnya). Tapi, ini cuma 2 mm, yaitu keadaan normal dinding rahim setelah haid. Nah lho.
Penyebabnya bisa dari stress, fisik yang lelah, dan faktor2 lain yang menyebabkan ketidakstabilan hormon.
Jadilah aku dikasih obat subur..hehehe maksudnya obat penambah hormon progesteron agar aku bisa haid. Dan efeknya sodara2…dalam dua bulan berat naik 3 kilo. Sesuatu yah.
Memang sih dalam 5 hari haid ku keluar, tapi berat badan juga ikut membuncah. Hiks hiks

Tapi see the bright side aja lah..kata temenku yang dokter gak apa makan jadi banyak, berat nambah..itu juga membantu kecukupan nutrisi buat mempersiapkan kehamilan. Okelah, gpp yg penting masih seksi. hahahaha.

Lalu, masuk ke bulan 4 pernikahan. Bulan yg aku targetkan untuk bisa hamil. Aku mulai mengintensifkan usaha-usaha supaya aku cepat hamil. bahkan sampai ribut2 kecil sama suami, karena kesannya ‘maksa’ dia supaya dia juga usaha. aku banyak baca artikel2 kesehatan, dan cari tips2 supaya cepet hamil. kalau ada hal yg dilakukan suamiku gak sesuai sama tips, aku ngambek. sebenernya jadi miris sih kalau inget. karena keinginan punya anak cepet jadi bikin hubungan bukannya harmonis malah jd ribet. hehehehe.
di bulan ini, lagi2 aku telat hampir 3 minggu. tapi aku sudah bersikap pasrah aja. meskipun memang usaha tetep dilakukan dengan sistem kalender. tapi aku gak mau jadi seperti orang yang terobsesi, karena semakin terobsesi semakin sewot sendiri dan akhirnya malah stress. Kalau stress malah makin susah hamilnya.

sebenernya yang bikin pasangan baru itu tambah terobsesi punya anak cepet adalah komentar dari orang sekitar. pertanyaan-pertanyaan dr mereka yang mungkin abis menikah langsung ‘isi’ atau mereka yang punya gambaran ideal mengenai siklus = menikah -> hamil. jarang yang berpikir bahwa sometimes ada yang harus menunggu beberapa waktu sebelum akhirnya bisa hamil. sebenarnya mereka gak salah sih. hanya aja, setiap pasangan baru itu pasti terbebani dengan pertanyaan “kapan punya anak?” atau “udah isi belum?”. apalagi kalau ada yg menambah komentar, “gimana sih, kok belum? suaminya/istrinya kurang tokcer nih”. uuuuggghhhhhh, kalau denger yang kayak gitu rasanya udah sewot banget. pernyataan yang annoying banget! sebel kan denger yang kayak gitu. denger pertanyaan udah hamil belum aja, kayaknya udah bosen dengernya, ditambah pernyataan ‘kurang tokcer’ tuh cukup bikin pengen nyeburin tuh org ke danau. hahahahaha…sadisssss!

e tapi bener lho, that’s too shallow. semua hal terjadi ada alasannya. dan menikah semata-mata tujuannya bukan hanya punya anak. ada cita2 yang tidak kalah tinggi dari pasangan yang menikah, yaitu menyatu dengan cinta Allah swt. menikah itu demi mendapat berkah dari Allah swt. Hadirnya keturunan, adalah salah satu hadiah dari Allah swt sekaligus titipan bagi pasangan menikah yang mencari ridho dan berkah Allah swt. jadi, gak pantas buat kita menilai hal buruk terhadap kehendak Allah swt.

Aku dan suami selalu positive thinking. Keturunan akan hadir saat waktunya tepat. Kalau Allah swt bilang sekarang, ya sekarang. Tapi kalau Allah swt masih menahannya, ya kita harus tawakkal dan jangan berhenti usaha. Dan kami memutuskan untuk tidak mendengar dengan serius tanggapan orang, karena pernikahan ini kami yang jalani. toh juga baru berjalan 4 bulan dan orang tua kami masing-masing tidak pernah menuntut apalagi menyalahkan salah satu dari kami.

4 bulan masih sangat muda untuk umur pernikahan. jadi, tidak ada alasan tepat mendengarkan kalimat negatif dari orang lain tentang belum hadirnya sang buah hati. mungkin, masih ada PR buat aku dan suami untuk dibenahi sebelum kami siap menerima kehadiran anak.

salah seorang teman baikku berkata, “kalau lo punya keinginan, sebaiknya lo bernadzar. dan setiap malam sebelum tidur coba untuk sholat hajjat dua rakaat.”

semenjak itu aku membicarakan nadzar dengan suami dan mulai menjalankan sholat hajjat dua rakaat sebelum tidur.

Bulan kelima pun datang. Aku dan suami semakin cuek dengan omongan orang dan kami semakin menikmati kebersamaan kami berdua. Dan alhamdulillah nya, di awal bulan kelima suamiku punya cukup uang untuk DP mobil. Meskipun bukan mobil baru dan bukan mobil mahal, tapi tetap saja itu menjadi kebanggaan bagi suamiku yang sudah menabung beberapa tahun. Ini mobil pertamanya. Tercapailah cita-citanya untuk memiliki mobil sebelum aku hamil. Dulu, sebelum menikah, dia pernah bilang gini, ” hun, aku pengen punya mobil nanti setelah kita nikah dan kalau bisa sebelum kamu hamil. supaya kalau kamu hamil nanti, aku bisa antar pakai mobil kemana2.” dan Alhamdulillah, keinginannya terwujud. Pada saat itu aku belum hamil, dan kami sudah memiliki mobil dengan metode cicilan.

akhirnya aku dan suami sama2 ikut kursus nyetir selama kurang lebih sebulan (8 jam). setelah selesai 8 jam, kami coba ngelancarin pakai mobil sendiri. pertama kalinya nyetir jarak jauh, suami ku sampai harus ‘nyewa’ navigator. hahahha. karena masih ngerasa belum pede kalau nyetir gak ada pendamping.

This is it…
Masuk bulan ke-6, banyak hal aneh terjadi sama tubuhku. kepala pusing terus, badan tuh rasanya panas, pipis jadi sering, dan kalau di jalan suka mual2. memang sih aku sudah telat, tapi aku gak mau GR lagi. cape beli test pack terus dan hasilnya negatif. sudah gitu, muncul flek-flek selama beberapa hari. ya sudah aku mengiranya kalau ini tanda2 mau haid.

sebenernya aku malas, tapi suamiku maksa beli test pack karena curiga dan prihatin dengan aku yang tiap hari keadaannya menyedihkan. hehehe. ya sudah aku nurut deh. akhirnya tanggal 9 juni 2011 malam aku beli test pack di apotik yang jual obat generik deket rumah. harganya cuma 3000. ya sudahlah aku juga nothing too lose. aku beli malam itu, dan besok paginya selepas bangun tidur aku langsung tes urin.

hasilnya, dua garis merah tegas langsung terlihat. tapi aku masih gak percaya, karena ya test pack ini harganya cuma 3000, dan merk nya pun gak jelas. *sombong*
sementara kemarin2 aku beli test pack dengan merk2 terkenal yang harga nya belasan bahkan puluhan ribu hasilnya cuma satu garis. (hahahahah, itu mah emang dasar belum hamil yaaa :p).
aku langsung manggil suamiku ke kamar mandi untuk ngunjukin hasilnya. ekspresi nya beragam. aku sulit menjelaskannya karena aku juga masih gak yakin.

Hari itu, tgl 10 Juni 2011 kami putuskan untuk periksa ke Obgyn. tapi sebelumnya, suami ku ke apotik dulu untuk beli test pack yang ‘mahalan’. just to make sure. aku cek dan ternyata hasilnya juga dua garis. Alhamdulillah.
tapi yang bikin worry, kenapa ada flek yang keluar?

aku pun memutuskan untuk periksa ke dr adit lagi, karena udah pas aja. RSIA nya kebetulan Islami, jadi kalau ada pemeriksaan transvaginal, si dokter ini menyerahkan ke bidannya. jadi dia hanya melihat lewat layar, sementara si bidan yang memasukkan alatnya. so, walaupun dokternya laki-laki tapi tetap merasa nyaman karena dia gak menyentuh2 bagian sana. hehehehe.

tapi rupanya pagi itu dr adit sedang ada tindakan. sementara dokter lain di RS itu belum ada yang datang. akhirnya kami cari RS lain. dan terpilihnya RSIA Bunda Aliyah di Pd. Bambu.
Disitu aku ditangani sama dr Icksan, SpOG karena cuma dia yang praktek saat itu. dan aku sudah mohon2 supaya gak ada pemeriksaan transvaginal. selain gak nyaman, aku juga takut sama alatnya. hiiiiiii
ini fotonya dr icksan (hasil googling juga dan dapat di URL http://www.bunda.co.id/images/dokter/icksan_dr)

Dan, di USG lah perutku. dan ternyata, ada bulatan hitam di dalam prutku yang disebut ‘kantong rahim’. Subhanallah.
dr Icksan bilang, ‘jelas hamil dan jelas bagus karena hamilnya di dalam kandungan’. Alhamdulillah ya Allah.
Usia nya sudah 6 minggu dan ukurannya sudah 1.83 cm.
Tapi aku harus bedrest 3 hari supaya flek nya berhenti dan aku pun dikasih obat penguat rahim.

Alhamdulillah, penantian ku dan suami terjawab. Allah swt menjawab doaku dan nadzarku.
Ini bukan akhir, melainkan tahapan pertama dari new journey yang diamanatkan Allah swt untuk keluarga baruku.
Dan pastinya, keinginan suamiku agar ketika aku hamil kami sudah punya mobil, sudah tercapai.

Benar kan, semua akan indah pada waktunya. šŸ™‚

to be continued..

Love,
Dedes

it’s been 28 weeks now!! can’t hardly wait ;)

alhamdulillah…

blog ini masih bisa dibuka dan saya gak lupa passwordnya! yippie! šŸ˜€ saking lamanya gak pernah blogging lagi semenjak menyandang status ‘Nyonya’. hihihi..

eniwei, sekarang aku udah jadi calon Ibu. kehamilanku sudah masuk minggu ke 28, which is…12 weeks to go!!
ini aku waktu umur kehamilanku 6 bulan (24 minggu).

perutnya sudah besaaaarrr…hehehe.
dan aku cinta perubahannya, melihat perutku yang tambah besar setiap minggu nya rasanya amazing.
betapa nikmat dan karunia Allah swt amat besar, mengizinkan aku untuk mengandung seorang calon manusia yang akan menjadi keturunanku dan suami.
Subhanallah…

sebagai bumil yang kritis (kritis sama penasaran gak beda jauh kan ya ;p), aku punya tabel perkembangan janin setiap minggunya. aku unduh dari salah satu website ternama http://www.ayahbunda.co.id
seperti ini tabelnya :

dari sini kita bisa lihat setipa minggunya berapa rata-rata berat dan panjang si calon baby.
jadi kalau kita kunjungan bulanan ke dokter, bisa dikira2 hasilnya gimana šŸ™‚

Di minggu ke 28 ini, calon baby ku semakin aktif. apalagi kalau udah malem. susah tidur deh Ibunya. hehehehe.
dia gerak ke kanan ke kiri mengikuti posisi tidur Ibunya. setiap malem suami ku dengan setia mengoleskan “Cussons First Years for New Mun : Stretch Mark Cream” di perutku supaya nanti stretch mark pasca melahirkan bisa diminimalisir, dan tentunya biar gak gatal berlebihan seiring dengan semakin besarnya perutku.

Calon baby ku cukup responsif terhadap stimulasi suara, khususnya suara Al Qur’an dan musik. kalau aku mengaji, atau aku pasangkan rekaman org mengaji, dan aku kasih denger musik klasik dia langsung merespon dengan banyak gerakan.
insya Allah, usaha yang aku lakukan ini bisa membuat ia menjadi anak yang smart dan bertaqwa. amin ya rabb…

perubahan di tubuhku juga sudah sangat kentara, dulu pake baju M udah ‘Muat’, sekarang harus pake baju XL supaya bisa ‘Xtra Lega’ hehehe. ada beberapa baju sebelum hamil yang masih bisa dipakai, tapi kebanyakan sih ga..hahaha.
mungkin pertambahannya udah 12 kilo lebih kali yaa, dihitung dari sebelum hamil. fyuh..gpp lah kata suami ku masih seksi.hahaha

due date nya 4 Februari 2012…rasanya masih lama banget. aku pengen waktu berjalan lebih cepat lagi supaya hari itu cepat datang. i wanna see my baby soon! hehehehe… gak sabar pengen ketemu, meluk, menyusui, cium, waaaah pokoknya rasanya rindu banget sm si calon baby.

takut melahirkan? hmmmm…Alhamdulillah gak berlebihan. baca buku ini itu, denger pengalaman yang sudah melahirkan cukup menggambarkan bagaimana sakitnya pengalaman melahirkan itu. tp aku harus positive thinking, bahwa proses ini indah. bahwa nantinya kesakitan itu akan tergantikan dengan lahirnya pelipur lara kami ke dunia. mencoba membayangkan bahwa setelah kesakitan itu ada hal yang sangat indah, karunia yang sangat besar dari Allah swt.
maka, dari sekarang aku melakukan self therapy untuk meminimalisir ketakutan berlebihan pada saat melahirkan nanti. tawakkal dan mendekatkan diri pada Allah swt aku selalu coba lakukan agar nantinya semua dimudahkan. insya Allah…

I’m so excited! šŸ™‚

Oia, bulan2 ini saatnya hunting baju dan perlengkapan baby! yeay…makin excited.

Love,
Dedes

the rapid acceleration.

5 desember 2010.
aku menikah dgn laki-laki pilihanku. pasangan ku yang telah bersama denganku dalam kurun waktu kurang dari setahun terakhir. people asked, “are you sure with your choice?” atau “is he really the one?”
bukan pertanyaan seperti itu yang aku takutkan dan ragukan jawabannya. tapi aku lebih bingung ketika ditanya apakah siap dengan pernikahan ini.

aku selalu jawab, “insya Allah siap.”
karena aku pikir, pertanyaan seperti itu tidak akan pernah ada ujungnya. sampaikan kapanpun, seorang manusia bebas tidak akan pernah sepenuhnya siap menyerahkan kebebasannya pada siapapun. manusiawi, karena aku, kau, dia, kalian, mereka, adalah individu-individu bebas namun dan bukan barang diperjual belikan. kesiapan, adalah masalah keikhlasan dirimu untuk mengalami perubahan setelah kau menentukan satu pilihan dalam hidup.

dan apakah aku siap? jawabannya lagi-lagi insya Allah aku siap.
sebab jujur, aku tak punya deskripsi yang konkrit di alam pikirku. aku hanya menerka, dan sesekali belajar pada yang sudah berpengalaman.

dan setelah aku mulai menjalani pilihanku, maka yang bisa kuungkapkan dari pernikahan bagiku adalah “rapid acceleration.”

sebelum menikah, aku adalah individu yang senang pada kebebasan dan cenderung berbuat sesuka hati. dan setelah menikah, dua hal tersebut adalah dua hal yang harus kujauhkan sebisa mungkin. apalagi namanya kalau bukan rapid acceleration jika kau harus mengubah segala kebiasaan yang mengakar dengan kebiasaan baru yang asing bagi syaraf-syarafmu.

kadang accelerasi ini sangat melelahkan hingga aku tak berdaya. kadang aku rindu kebebasan, tapi segera kusadar bahwa ini adalah konsekuensi dr pilihanku. dan aku harus bertanggung jawab atas apa yang kupilih. aku tidak menyesal memilih ini dan menghadapi rapid acceleration. hanya mungkin, ini butuh waktu dan energi yang banyak.

and the story goes…

It’s finally come to our journey..
time’s up for both of us to look for the best one.
‘coz we’re both too lucky to have each other

bismillah..we’ll take another step
and we’ll look forward for the happiness to come

and our happiness wouldn’t be complete without your presence and your pray on our big day.

The occassion will take place and time on :
Day/Date : Sunday/ 5 Dec 2010
Time : 11.00 AM – 03.00 PM
Place :
Komp. Andrawina Jl. Cemara I Komp. Andrawina No.B/7 RT.04/01
Pamulang, Tangerang Selatan

We look forward for your appreciation by come to our wedding.

Till we meet!

Warm Regards,
Dedes & Adji

*Note :
Please find the location map on below post.

part 3 : love fool.

January, 2010

Tahun sudah berganti, tapi tampaknya aku gak bisa ke lain hati. Setiap hari cuma iwish upon a falling star, berharap ada keajaiban aku bisa punya kesempatan untuk lebih dekat.

Alrite, I knew that he’s not single anymore and the most interesting part is, I can definitely bear this situation, dan bahkan merasa lebih ‘tertantang’.Dalam hati masih punya keyakinan untuk terus bertahan dan seakan sulit banget untuk memilih hati yang ditawarkan seseorang yang lain.

One day, I had a chance to SAT RIGHT IN FRONT OF HIM. Aku kebetulan sedang menyaksikan sebuah video menggunakan player milik rekan yang tepat duduk di depannya. Dan kebetulan, saat itu ia sedang ada di mejanya dan juga rekan setimnya yang lain.

Sesekali bisa lah curi-curi pandang dan kadang, entah ini kegeeran atau gak, dia juga melakukan hal yang sama. Oh, No…ini semakin menantang. Seneng banget rasanya, tapi di dalam hati juga ada rasa kesal. Kenapa dia harus terus ramah dan bikin GR padahal aku tau kenyataannya ia sudah punya pacar.

Momen terdekatku dengannya tesebut, justru menimbulkan polemik yang lain. Aku malah dijodoh-jodohin dengan rekannya yang meminjamkan player video padaku. Bahkan, ketika yang lain heboh bersuara, ia dengan santainya juga menanggapi. Ugh, sakit…deh..huhuhu. Rasanya agak marah dalam hati, dan daripada semakin kesal, lebih baik aku pergi dari tempat itu.

Sore harinya, aku bertemu dengannya dan rekan2 setimnya di depan kantor saat ingin pergi ke supermarket terdekat kantor. Mereka sedang santai dan asyik menyantap bakso. Mataku jelas tepat sasaran menuju target di radar, memandang ke arahnya. Ia tersenyum padaku dan berkata, ‘Hai’ dan aku jawab dengan hal sama. Namun, justru rekan nya yang dengan sangat peduli menanyakan arah tujuanku ke mana. Damn, so ironic and pathetic me.

Beberapa hari kemudian, muncul foto di jejaring sosial yang menandakan kedekatanku dengan rekannya tersebut. Haduh…bukannya bermaksud rude, aku langsung remove namaku dari foto itu, aku cuma takut dia akan lihat foto itu. Hancurlah dunia kalau dia sampai mengira aku beneran dekat sama orang itu.

Aku pantau terus setiap hari foto itu. Lumayan banyak komentar-komentar iseng, tapi gak satu pun komentar dari sang oknum sasaran. Tidak ada reaksi sama sekali darinya di saat yang lain sibuk berkomentar. Positif, he doesn’t even care. Means that, I think I waste my time hoping that someday, he’ll look at me.

Also, gak lama kemudian muncul komentar yang sangat bikn hatiku hancur berkeping-keping receh. Dari satu komentar, aku tahu satu hal yang tersirat bahwa ia mungkin akan segera menikah. Satu hal tersebut sangat bikin aku down, dan akhirnya berhenti memantau foto itu. I give up. Aku malah sempat merasa sudah malah dengan yang namanya ce-i-en-te-a.

It was unfair. Totally unfair. Di saat aku menemukan orang yang benar-benar aku suka dan inginkan, justru aku gak bisa memilikinya. Padahal, it took a lot of time and efforts to fall in love again. But, once I sucessfully falling in love, seems like the love itself won’t take my side.

I’m drowning in despair. Okay, jika aku gak bisa memilikinya…mungkin takdir. Tapi buruknya, pelampiasanku adalah, I play and flirt with another hearts. Sahabat terdekatku bahkan sampai memperingatiku untuk berhenti menjadi seorang ‘player’.

Yang aku heran, sikapnya selalu ramah padaku dan bahkan kadang agak terkesan flirting. Pernah satu kali aku menanyakan hal basa-basi padanya. “Kok gak makan bakso nih Mas sore2?”
jawabannya, “tergantung…kalau makannya sama kamu baru mau”.

Oh God, so tempting. Tapi sangat dimungkinkan itu hanya sebuah sikap cunihin yang bisa diaplikasikan pada wanita mana saja. Tapi tetap saja, aku sueneeeeeeng buangetttttt nget nget. Such an old teaser, but still a killer.

Yah, bagaimana mungkin buatku untuk mendapatkannya. Tak lama lagi, mungkin ia akan menikah. dan aku cuma seorang gila yang berharap non sense bahwa he’ll choose me instead of marrying his girl. I’m totally fool. Falling in love foolishly with another woman’s man. It was fooling in love.

I think I can’t never have him. So, let’s play and flirt with another ones while hoping someday love would be fair to me.

“Love me, love me say that u love me..fool me fool me..go on and fool me..
Love me love me…pretend that u love.. need me need me..just say that u’re need me”

To be continued..

*Picture from http://blissinimages.files.wordpress.com/2009/05/wish-upon-a-star.jpg

part 2 : the day after tomorrow.

december, 2009

Okay. I’m definitely under his spell. Nyengir2 sendiri setiap habis papasan, cari2 alasan main ke lantai tempat dia kerja demi berharap liat senyumnya, dan beruntungnya saat itu..salah satu tuntutan kerjaan memang mengharuskan ke suatu ruangan yang otomatis melewati mejanya.

He’s such a mystery to me. Terlihat cool dan tenang, tapi selalu buka suara untuk menyapaku kalau kita papasan. Dan selalu kelihatan serius dan berpikir kalau sedang kerja.

‘please tell me why do birds, sing when u’te near me..sing when u’re close to me..they say that i’m a fool for loving u deeply, loving u secretly..’
Yup, that was the right lyrics to describe the moment.

I’m crushed. Sepertinya harus ada cara untuk membuka jalan lebih dekat lagi. Dan akhirnya aku nekat titip salam untuk dia melalui salah satu teman di kantor.

Salam itu anomim dan tersampaikan pada waktu yg tepat, tapi juga bertepatan dengan kabar buruk yang datang.

He’s not single anymore.

Hancur hatiku kaya lagunya olgha..hehehe. Yes, i’m blue. Gak rela harus menyerah dan berhenti. Walaupun mungkin, gak berencana bertindak apapun. Tapi rasanya, gak mau untuk mencari hati yang lain, udah keburu kepincut. Hehehe. Meskipun mungkin pada saat itu, ada orang yang lebih jelas memberikan perhatiaannya. But i can’t.

Yah, dia bukan untukku mungkin ya. Meskipun dalam hati ada ide gila, ‘sebelum bendera kuning berkibar, masih punya kesempatan,’ hehehe…

Ya sudahlah…we’ll see aja selanjutnya gimana. Biar aja salam itu jadi mistery yang suatu saat ketika waktunya, akan terungkap.
I’m still underspell..but nothing i can do.

‘but i crashing my mind whenever u are near, getting deaf, dumb, and blind..just drowning in despair.. I am lost in ur flame, it’s burning like the sun..and i call out ur name, the moment u are gone.. I’m telling all tomorrow’

picture from http://farm3.static.flickr.com/2322/2091320150_a313935f87.jpg