the rapid acceleration.

5 desember 2010.
aku menikah dgn laki-laki pilihanku. pasangan ku yang telah bersama denganku dalam kurun waktu kurang dari setahun terakhir. people asked, “are you sure with your choice?” atau “is he really the one?”
bukan pertanyaan seperti itu yang aku takutkan dan ragukan jawabannya. tapi aku lebih bingung ketika ditanya apakah siap dengan pernikahan ini.

aku selalu jawab, “insya Allah siap.”
karena aku pikir, pertanyaan seperti itu tidak akan pernah ada ujungnya. sampaikan kapanpun, seorang manusia bebas tidak akan pernah sepenuhnya siap menyerahkan kebebasannya pada siapapun. manusiawi, karena aku, kau, dia, kalian, mereka, adalah individu-individu bebas namun dan bukan barang diperjual belikan. kesiapan, adalah masalah keikhlasan dirimu untuk mengalami perubahan setelah kau menentukan satu pilihan dalam hidup.

dan apakah aku siap? jawabannya lagi-lagi insya Allah aku siap.
sebab jujur, aku tak punya deskripsi yang konkrit di alam pikirku. aku hanya menerka, dan sesekali belajar pada yang sudah berpengalaman.

dan setelah aku mulai menjalani pilihanku, maka yang bisa kuungkapkan dari pernikahan bagiku adalah “rapid acceleration.”

sebelum menikah, aku adalah individu yang senang pada kebebasan dan cenderung berbuat sesuka hati. dan setelah menikah, dua hal tersebut adalah dua hal yang harus kujauhkan sebisa mungkin. apalagi namanya kalau bukan rapid acceleration jika kau harus mengubah segala kebiasaan yang mengakar dengan kebiasaan baru yang asing bagi syaraf-syarafmu.

kadang accelerasi ini sangat melelahkan hingga aku tak berdaya. kadang aku rindu kebebasan, tapi segera kusadar bahwa ini adalah konsekuensi dr pilihanku. dan aku harus bertanggung jawab atas apa yang kupilih. aku tidak menyesal memilih ini dan menghadapi rapid acceleration. hanya mungkin, ini butuh waktu dan energi yang banyak.

wanita berkarakter

Percakapan antara seorang teman dan pasangannya di suatu hari :

P : “sayang, kamu nabung ya..”
W : “buat apa?”
P : “buat kita nikah nanti..”
W : ” what???!! Lo aja yg nabung!”
P : “kenapa sayang?”
W : “no no no.. Gue bakal menderita hamil 9 bln nanti! Lo aja yg biayain semua..kan lo yang mau nikahin gue. Gue gak nikah ama lo jg gpp!”
P : !,:$”*!@”$??!@#*

Wanita yg berkarakter!

Posted with WordPress for BlackBerry.

and the story goes…

It’s finally come to our journey..
time’s up for both of us to look for the best one.
‘coz we’re both too lucky to have each other

bismillah..we’ll take another step
and we’ll look forward for the happiness to come

and our happiness wouldn’t be complete without your presence and your pray on our big day.

The occassion will take place and time on :
Day/Date : Sunday/ 5 Dec 2010
Time : 11.00 AM – 03.00 PM
Place :
Komp. Andrawina Jl. Cemara I Komp. Andrawina No.B/7 RT.04/01
Pamulang, Tangerang Selatan

We look forward for your appreciation by come to our wedding.

Till we meet!

Warm Regards,
Dedes & Adji

*Note :
Please find the location map on below post.

part 3 : love fool.

January, 2010

Tahun sudah berganti, tapi tampaknya aku gak bisa ke lain hati. Setiap hari cuma iwish upon a falling star, berharap ada keajaiban aku bisa punya kesempatan untuk lebih dekat.

Alrite, I knew that he’s not single anymore and the most interesting part is, I can definitely bear this situation, dan bahkan merasa lebih ‘tertantang’.Dalam hati masih punya keyakinan untuk terus bertahan dan seakan sulit banget untuk memilih hati yang ditawarkan seseorang yang lain.

One day, I had a chance to SAT RIGHT IN FRONT OF HIM. Aku kebetulan sedang menyaksikan sebuah video menggunakan player milik rekan yang tepat duduk di depannya. Dan kebetulan, saat itu ia sedang ada di mejanya dan juga rekan setimnya yang lain.

Sesekali bisa lah curi-curi pandang dan kadang, entah ini kegeeran atau gak, dia juga melakukan hal yang sama. Oh, No…ini semakin menantang. Seneng banget rasanya, tapi di dalam hati juga ada rasa kesal. Kenapa dia harus terus ramah dan bikin GR padahal aku tau kenyataannya ia sudah punya pacar.

Momen terdekatku dengannya tesebut, justru menimbulkan polemik yang lain. Aku malah dijodoh-jodohin dengan rekannya yang meminjamkan player video padaku. Bahkan, ketika yang lain heboh bersuara, ia dengan santainya juga menanggapi. Ugh, sakit…deh..huhuhu. Rasanya agak marah dalam hati, dan daripada semakin kesal, lebih baik aku pergi dari tempat itu.

Sore harinya, aku bertemu dengannya dan rekan2 setimnya di depan kantor saat ingin pergi ke supermarket terdekat kantor. Mereka sedang santai dan asyik menyantap bakso. Mataku jelas tepat sasaran menuju target di radar, memandang ke arahnya. Ia tersenyum padaku dan berkata, ‘Hai’ dan aku jawab dengan hal sama. Namun, justru rekan nya yang dengan sangat peduli menanyakan arah tujuanku ke mana. Damn, so ironic and pathetic me.

Beberapa hari kemudian, muncul foto di jejaring sosial yang menandakan kedekatanku dengan rekannya tersebut. Haduh…bukannya bermaksud rude, aku langsung remove namaku dari foto itu, aku cuma takut dia akan lihat foto itu. Hancurlah dunia kalau dia sampai mengira aku beneran dekat sama orang itu.

Aku pantau terus setiap hari foto itu. Lumayan banyak komentar-komentar iseng, tapi gak satu pun komentar dari sang oknum sasaran. Tidak ada reaksi sama sekali darinya di saat yang lain sibuk berkomentar. Positif, he doesn’t even care. Means that, I think I waste my time hoping that someday, he’ll look at me.

Also, gak lama kemudian muncul komentar yang sangat bikn hatiku hancur berkeping-keping receh. Dari satu komentar, aku tahu satu hal yang tersirat bahwa ia mungkin akan segera menikah. Satu hal tersebut sangat bikin aku down, dan akhirnya berhenti memantau foto itu. I give up. Aku malah sempat merasa sudah malah dengan yang namanya ce-i-en-te-a.

It was unfair. Totally unfair. Di saat aku menemukan orang yang benar-benar aku suka dan inginkan, justru aku gak bisa memilikinya. Padahal, it took a lot of time and efforts to fall in love again. But, once I sucessfully falling in love, seems like the love itself won’t take my side.

I’m drowning in despair. Okay, jika aku gak bisa memilikinya…mungkin takdir. Tapi buruknya, pelampiasanku adalah, I play and flirt with another hearts. Sahabat terdekatku bahkan sampai memperingatiku untuk berhenti menjadi seorang ‘player’.

Yang aku heran, sikapnya selalu ramah padaku dan bahkan kadang agak terkesan flirting. Pernah satu kali aku menanyakan hal basa-basi padanya. “Kok gak makan bakso nih Mas sore2?”
jawabannya, “tergantung…kalau makannya sama kamu baru mau”.

Oh God, so tempting. Tapi sangat dimungkinkan itu hanya sebuah sikap cunihin yang bisa diaplikasikan pada wanita mana saja. Tapi tetap saja, aku sueneeeeeeng buangetttttt nget nget. Such an old teaser, but still a killer.

Yah, bagaimana mungkin buatku untuk mendapatkannya. Tak lama lagi, mungkin ia akan menikah. dan aku cuma seorang gila yang berharap non sense bahwa he’ll choose me instead of marrying his girl. I’m totally fool. Falling in love foolishly with another woman’s man. It was fooling in love.

I think I can’t never have him. So, let’s play and flirt with another ones while hoping someday love would be fair to me.

“Love me, love me say that u love me..fool me fool me..go on and fool me..
Love me love me…pretend that u love.. need me need me..just say that u’re need me”

To be continued..

*Picture from http://blissinimages.files.wordpress.com/2009/05/wish-upon-a-star.jpg

part 2 : the day after tomorrow.

december, 2009

Okay. I’m definitely under his spell. Nyengir2 sendiri setiap habis papasan, cari2 alasan main ke lantai tempat dia kerja demi berharap liat senyumnya, dan beruntungnya saat itu..salah satu tuntutan kerjaan memang mengharuskan ke suatu ruangan yang otomatis melewati mejanya.

He’s such a mystery to me. Terlihat cool dan tenang, tapi selalu buka suara untuk menyapaku kalau kita papasan. Dan selalu kelihatan serius dan berpikir kalau sedang kerja.

‘please tell me why do birds, sing when u’te near me..sing when u’re close to me..they say that i’m a fool for loving u deeply, loving u secretly..’
Yup, that was the right lyrics to describe the moment.

I’m crushed. Sepertinya harus ada cara untuk membuka jalan lebih dekat lagi. Dan akhirnya aku nekat titip salam untuk dia melalui salah satu teman di kantor.

Salam itu anomim dan tersampaikan pada waktu yg tepat, tapi juga bertepatan dengan kabar buruk yang datang.

He’s not single anymore.

Hancur hatiku kaya lagunya olgha..hehehe. Yes, i’m blue. Gak rela harus menyerah dan berhenti. Walaupun mungkin, gak berencana bertindak apapun. Tapi rasanya, gak mau untuk mencari hati yang lain, udah keburu kepincut. Hehehe. Meskipun mungkin pada saat itu, ada orang yang lebih jelas memberikan perhatiaannya. But i can’t.

Yah, dia bukan untukku mungkin ya. Meskipun dalam hati ada ide gila, ‘sebelum bendera kuning berkibar, masih punya kesempatan,’ hehehe…

Ya sudahlah…we’ll see aja selanjutnya gimana. Biar aja salam itu jadi mistery yang suatu saat ketika waktunya, akan terungkap.
I’m still underspell..but nothing i can do.

‘but i crashing my mind whenever u are near, getting deaf, dumb, and blind..just drowning in despair.. I am lost in ur flame, it’s burning like the sun..and i call out ur name, the moment u are gone.. I’m telling all tomorrow’

picture from http://farm3.static.flickr.com/2322/2091320150_a313935f87.jpg

part 1 : under spell.

october,2009

I’ve known him since this month. 4 months of working on the same company but haven’t met each other very close until that time.

Sebagai anak baru, aku gak banyak kenal dan berinteraksi dgn banyak orang yg ada dlm satu kantor. Okay, let say i still felt like i’m an alien. Soooooo weird being in the new place with the new people. It was my first formal and full time job. Jadi, empat bulan kerja di sana cuma kenal sama itu2 aja.

Memasuki bulan keempat itu, i got a new job desc. Mulai dr ketemu produk busuk smp org nya juga banyak yang agak ‘busuk’. Hehe, sarkas bgt. Ya, maksudnya handle berbagai masalah yg bkaitan sama promo dan produk. Jujur hampir depresi waktu itu, i’m a newbie but i have to handle such big matters. Bangga sih, dipercaya sama bos, tp tetap aja punya ketakutan yang besar kalau gagal.

Hari itu ‘pasien’ yang dtg lg cukup riweh. Karena itu aku bolak-balik ke lantai bawah dan atas untuk nemuin ‘pasien’. Bertepatan saat itu sedang ada project integrasi system di kantor. Praktis lalu lalang agak ramai lancar setiap harinya, termasuk hari yang gak akan pernah aku lupakan itu.

3 kali aku papasan dan naik lift brg seorang cowo. Penampilannya rapi, dengan kemeja lengan panjang bernuansa biru yang dilipat sampai siku. Ia berkacamata, wajah tirus, kulit sawo matang, dan perawakan yang tidak terlalu tinggi. Senyumnya manis, dan ia bukan tipe yang banyak bicara. He’s such a mystery, but tempting to be revealed.

It was him. Pertama kali bertemu di depan lift, cuma senyum2an. Kedua kalinya, mulai buka suara dgn bilang, ‘eh ketemu lagi’. Ketiga kalinya, akhirnya doi ngajak kenalan, ‘siapa sih namanya?baru ya di k***t?’ dan kujawablah ramah tamahnya dengan baik. Dari situ ia juga memperkenalkan dirinya hingga mengenal namanya.

Well, just like that. Hanya dari kenalan dalam lift itu akibat tiga kali bareng naik lift yag sama, i’ve been underspell for months and he doesn’t even know at all that since that very moments, he took my heart away.

To be continued…