Identity Crisis

Identity crisis, itu judul Carrie Diaries mlm ini, entah episode ke berapa. Sometimes, menonton drama adalah katarsis yg paling bagus untuk meluapkan dan menambah pikiran di kepala.

image

Bukan berarti kekurangan hal untuk dipikirkan, trust me, i’ ve had enough. However, setiap selesai menonton drama pasti ada kesan yang ketinggalan di hati dan pikiran ini. Sebagian karena cerita yg menyentuh, sebagian karena beberapa hal dlm drama tersebut benar adanya and i just realized.

image

Drama adalah pelarian terbaik. I love fairy tale, romance, and everything that goes beyond imaginations. Drama is one of many things that keeps me ‘alive’. Kenapa? Hanya drama yg menjual fantasi dan imajinasi dan somehow kedua hal itulah yg bisa menjadikan suntikan semangat dan menyegarkan pikiran yg kusut.

Well, ini bukan sekedar pengungkapan sisi feminitas semata. Drama itu candu. Melihat dan mendengar cerita yg gak ‘Real’ adalah salah satu cara untuk berpaling sementara dari rasa penat, ataupun perasaan gak nyaman lainnya.

Drama bukan sekedar hiburan mata sebelum bobo yg bisa bikin mimpi indah. Bahkan drama bisa bikin susah tidur, seperti saat ini. Karena sesuatu tiba- tiba masuk ke kepala dan seakan menjadi bensin untuk menyalakan kembali motor butut yg ada di dalam kepala ini.

image

I had too much imagination and thoughts, some of them are worth to think and maybe some others are not. But still, those things are a gift for me since it made me feel that i can hang on, i can fly through other dimension without anyone knows. It made me feels…survive.

Lalu, ada apa dengan krisis identitas seperti judul di atas? Sebenernya ini yg aku pikir sejak kemarin. I’m wondering who i want to be in the future? I mean, what kind of person that people recognized me in the future? I’m not talking about personality, but something that closely related to a role, a function, or people called it.. a profession.

image

Jadi apa ya nanti kalau sudah makin.dewasa? I have plans, of course. Tapi, apakah aku yakin dgn rencana-rencana itu? That’s the point. I think I’m not passionate enough, i don’t really now.exactly what i want to be and what i want do.

Aku punya rencaa banyak untuk Zahra, my little girl. Seperti org tua lainnya, rencananya pasti berhubungan sama pendidikan, dan kesejahteraan si anak nantinya. Tapi, untuk sampai ke sana, apa yg harus aku lakuin? Bekerja keras, wirausaha, mengajar, atau apa?

Nah, msh ada hubungannya kan dengan identity crisis? Hehe. Well, inilah efek drama yg irresistible. It makes you wonder.

Goodnite, good people. 🙂

part 3 : love fool.

January, 2010

Tahun sudah berganti, tapi tampaknya aku gak bisa ke lain hati. Setiap hari cuma iwish upon a falling star, berharap ada keajaiban aku bisa punya kesempatan untuk lebih dekat.

Alrite, I knew that he’s not single anymore and the most interesting part is, I can definitely bear this situation, dan bahkan merasa lebih ‘tertantang’.Dalam hati masih punya keyakinan untuk terus bertahan dan seakan sulit banget untuk memilih hati yang ditawarkan seseorang yang lain.

One day, I had a chance to SAT RIGHT IN FRONT OF HIM. Aku kebetulan sedang menyaksikan sebuah video menggunakan player milik rekan yang tepat duduk di depannya. Dan kebetulan, saat itu ia sedang ada di mejanya dan juga rekan setimnya yang lain.

Sesekali bisa lah curi-curi pandang dan kadang, entah ini kegeeran atau gak, dia juga melakukan hal yang sama. Oh, No…ini semakin menantang. Seneng banget rasanya, tapi di dalam hati juga ada rasa kesal. Kenapa dia harus terus ramah dan bikin GR padahal aku tau kenyataannya ia sudah punya pacar.

Momen terdekatku dengannya tesebut, justru menimbulkan polemik yang lain. Aku malah dijodoh-jodohin dengan rekannya yang meminjamkan player video padaku. Bahkan, ketika yang lain heboh bersuara, ia dengan santainya juga menanggapi. Ugh, sakit…deh..huhuhu. Rasanya agak marah dalam hati, dan daripada semakin kesal, lebih baik aku pergi dari tempat itu.

Sore harinya, aku bertemu dengannya dan rekan2 setimnya di depan kantor saat ingin pergi ke supermarket terdekat kantor. Mereka sedang santai dan asyik menyantap bakso. Mataku jelas tepat sasaran menuju target di radar, memandang ke arahnya. Ia tersenyum padaku dan berkata, ‘Hai’ dan aku jawab dengan hal sama. Namun, justru rekan nya yang dengan sangat peduli menanyakan arah tujuanku ke mana. Damn, so ironic and pathetic me.

Beberapa hari kemudian, muncul foto di jejaring sosial yang menandakan kedekatanku dengan rekannya tersebut. Haduh…bukannya bermaksud rude, aku langsung remove namaku dari foto itu, aku cuma takut dia akan lihat foto itu. Hancurlah dunia kalau dia sampai mengira aku beneran dekat sama orang itu.

Aku pantau terus setiap hari foto itu. Lumayan banyak komentar-komentar iseng, tapi gak satu pun komentar dari sang oknum sasaran. Tidak ada reaksi sama sekali darinya di saat yang lain sibuk berkomentar. Positif, he doesn’t even care. Means that, I think I waste my time hoping that someday, he’ll look at me.

Also, gak lama kemudian muncul komentar yang sangat bikn hatiku hancur berkeping-keping receh. Dari satu komentar, aku tahu satu hal yang tersirat bahwa ia mungkin akan segera menikah. Satu hal tersebut sangat bikin aku down, dan akhirnya berhenti memantau foto itu. I give up. Aku malah sempat merasa sudah malah dengan yang namanya ce-i-en-te-a.

It was unfair. Totally unfair. Di saat aku menemukan orang yang benar-benar aku suka dan inginkan, justru aku gak bisa memilikinya. Padahal, it took a lot of time and efforts to fall in love again. But, once I sucessfully falling in love, seems like the love itself won’t take my side.

I’m drowning in despair. Okay, jika aku gak bisa memilikinya…mungkin takdir. Tapi buruknya, pelampiasanku adalah, I play and flirt with another hearts. Sahabat terdekatku bahkan sampai memperingatiku untuk berhenti menjadi seorang ‘player’.

Yang aku heran, sikapnya selalu ramah padaku dan bahkan kadang agak terkesan flirting. Pernah satu kali aku menanyakan hal basa-basi padanya. “Kok gak makan bakso nih Mas sore2?”
jawabannya, “tergantung…kalau makannya sama kamu baru mau”.

Oh God, so tempting. Tapi sangat dimungkinkan itu hanya sebuah sikap cunihin yang bisa diaplikasikan pada wanita mana saja. Tapi tetap saja, aku sueneeeeeeng buangetttttt nget nget. Such an old teaser, but still a killer.

Yah, bagaimana mungkin buatku untuk mendapatkannya. Tak lama lagi, mungkin ia akan menikah. dan aku cuma seorang gila yang berharap non sense bahwa he’ll choose me instead of marrying his girl. I’m totally fool. Falling in love foolishly with another woman’s man. It was fooling in love.

I think I can’t never have him. So, let’s play and flirt with another ones while hoping someday love would be fair to me.

“Love me, love me say that u love me..fool me fool me..go on and fool me..
Love me love me…pretend that u love.. need me need me..just say that u’re need me”

To be continued..

*Picture from http://blissinimages.files.wordpress.com/2009/05/wish-upon-a-star.jpg

part 2 : the day after tomorrow.

december, 2009

Okay. I’m definitely under his spell. Nyengir2 sendiri setiap habis papasan, cari2 alasan main ke lantai tempat dia kerja demi berharap liat senyumnya, dan beruntungnya saat itu..salah satu tuntutan kerjaan memang mengharuskan ke suatu ruangan yang otomatis melewati mejanya.

He’s such a mystery to me. Terlihat cool dan tenang, tapi selalu buka suara untuk menyapaku kalau kita papasan. Dan selalu kelihatan serius dan berpikir kalau sedang kerja.

‘please tell me why do birds, sing when u’te near me..sing when u’re close to me..they say that i’m a fool for loving u deeply, loving u secretly..’
Yup, that was the right lyrics to describe the moment.

I’m crushed. Sepertinya harus ada cara untuk membuka jalan lebih dekat lagi. Dan akhirnya aku nekat titip salam untuk dia melalui salah satu teman di kantor.

Salam itu anomim dan tersampaikan pada waktu yg tepat, tapi juga bertepatan dengan kabar buruk yang datang.

He’s not single anymore.

Hancur hatiku kaya lagunya olgha..hehehe. Yes, i’m blue. Gak rela harus menyerah dan berhenti. Walaupun mungkin, gak berencana bertindak apapun. Tapi rasanya, gak mau untuk mencari hati yang lain, udah keburu kepincut. Hehehe. Meskipun mungkin pada saat itu, ada orang yang lebih jelas memberikan perhatiaannya. But i can’t.

Yah, dia bukan untukku mungkin ya. Meskipun dalam hati ada ide gila, ‘sebelum bendera kuning berkibar, masih punya kesempatan,’ hehehe…

Ya sudahlah…we’ll see aja selanjutnya gimana. Biar aja salam itu jadi mistery yang suatu saat ketika waktunya, akan terungkap.
I’m still underspell..but nothing i can do.

‘but i crashing my mind whenever u are near, getting deaf, dumb, and blind..just drowning in despair.. I am lost in ur flame, it’s burning like the sun..and i call out ur name, the moment u are gone.. I’m telling all tomorrow’

picture from http://farm3.static.flickr.com/2322/2091320150_a313935f87.jpg

just happy, I guess.

One day, dari sebuah serial hollywood favoritku, aku dengar satu pernyataan yang simple tapi sangat mencerahkan.

Ceritanya, ada beberapa tokoh yang sedang terlibat pembicaraan. Salah satu dari mereka kemudian bertanya kepada yang lain,

what do you want in your life?”

Lalu, di antara mereka ada yang menjawab, ” just happy, I guess.”

It’s simple. Tapi buatku itu sangat berkesan. Karena kebanyakan dari kita ketika ditanya pertanyaan yang sama akan menjawab semua yang dicita-citakannya dalam hidup. Gak salah memang, it’s natural and supposed to be. Hanya aja, kebanyakan dari kita lupa, apapun yang kita miliki dan lakukan nantinya gak akan punya arti ketika gak ada unsur kebahagiaan di dalamnya. Notice that.

Aku gak mencoba idealis atau normatif, hanya menekankan dalam diriku bahwa kebahagiaan adalah motor yang menggerakkan semangat dan memberikan motivasi dalam hidup.

So, what I want in my life?
For me, not only to achieved the things that I dreamed of. but also being able of feeling happy do what I do, and have what I have.
And for me, doesn’t really matter whether I got the things that I dreamed of or not, but also being able doing and having the things that make me happy.

So, what things would make me happy?
Let’s find out and see.

our heart

there's always another heart..

there's always another heart..

One day, the body asked the heart. When I’m hurt the doctor heals it but if you’re hurt then who will heal you? Then the heart said, I have to heal by myself. Is it because of that whenever someone is hurt, they have their own special way of healing it? Drinking, singing, releasing anger, laughing, crying, going to trips with friends and talking with them, and running in the marathon… or the worst thing, just ignoring that pain.

(My Lovely Sam Soon)

 

Nice analogy.

Maybe our heart has its on way to heal itself, or maybe there’d be some special medications from another heart to cure the pain. I believe in both.

Lines to Remember from Dawson’s Creek

These are nice lines  from Series Finale of Dawson’s Creek.

Lily :          what is a soulmate?

Dawson : It’s like a best friend but more. It’s like one person in the world who knows u better than anyone else.  It’s someone who makes u a better person. Actually, they don’t make u a better person, u do by yourself because they inspire u.  Soul mate is someone who u carry with u forever.  It’s the one person who knew u and accepted u and believed in u before anyone else did or no one else would.  And no matter what happens u will always love them.  Nothing could ever change that.  Understand?

Joey: Dreams aren’t perfect, Dawson. They come true, not free.

Dawson: Nicely put.

Joey: Someone famous said it.


Jen: Hi, Amy, it’s mom. Well, by the time you see this, I won’t be here anymore, and I know how much that sucks, for both of us. So seeing as how I won’t be around to thoroughly annoy you, I thought I would give you a little list of the things that I wish for you. Well, there’s the obvious. An education. Family. Friends. And a life that is full of the unexpected. Be sure to make mistakes. Make a lot of them, because there’s no better way to learn and to grow, all right? And, um, I want you to spend a lot of time at the ocean, because the ocean forces you to dream, and I insist that you, my girl, be a dreamer. God. I’ve never really believed in god. In fact, I’ve spent a lot of time and energy trying to disprove that god exists. But I hope that you are able to believe in god, because the thing that I’ve come to realize, sweetheart… is that it just doesn’t matter if god exists or not. The important thing is for you to believe in something, because I promise you that that belief will keep you warm at night, and I want you to feel safe always. And then there’s love. I want you to love to the tips of your fingers, and when you find that love, wherever you find it, whoever you choose, don’t run away from it. But you don’t have to chase after it either. You just be patient, and it’ll come to you, I promise, and when you least expect it, like you, like spending the best year of my life with the sweetest and the smartest and the most beautiful baby girl in the world. You don’t be afraid, sweetheart. And remember, to love is to live.


Dawson: Yeah. This writer has decided it doesn’t matter how it ends… because fiction is fiction, and for the first time, in a long time… [Sighs] My life is real. It doesn’t matter who ends up with who. Because in some unearthly way… it’s always gonna be you and me.

Joey: Soul mates.

Dawson: What we have goes beyond friendship, beyond lovers. It’s forever.


the moment i told, “i am happy for you”

Lately, aku merasa hati ini ada yang aneh.
Seperti ada hal yang perlu diselesaikan.
Akhirnya, dengan effort yg cukup besar, aku mencoba untuk menyelesaikan apa yang perlu diselesaikan.
Aku mengalami perdamaian akhirnya, dengan sakit hatiku dan dengan org yang memberikan rasa sakit itu. Indah, meskipun sempet juga nangis.
Ada beberapa hal yang aku sesalin saat itu.
But hey, that’s a plan. Master Plan of the Master of the World.
Aku terima itu, karena inilah memang jalannya. Setelah itu, ada juga yang masih terasa mengganjalAku coba cari tau, apa ini.
Belum bisa officially merasakan ini.
Akhirnya, aku cari cara untuk bisa merasakan hal ini.
Sampai akhirnya aku mengetahui sesuatu.
Bahwa ia sudah menemukan yang ia cari.
Sesosok perempuan yang mungkin selama ini ia nantikan.
Sejenak, ada yang terasa sakit. Aku jujur dalam hal iniMeskipun sudah lama berlalu.
Tapi ketika aku tahu bahwa ia bahagia, dan tentunya mendapatkan apa yang ia mau.
Sakit ini berubah menjadi lega, tenang, dan ikut merasakan bahagia yang tak penah kuduga sebelumnya.
Aku tau hari ini akan terjadi.
Hari di mana ia pergi ke pelukan perempuan lain.
Ketika kubayangkan, mungkin aku akan menangis, meratap, dan sengsara.
Tapi, Allah memang Maha Baik, Maha Bijaksana.
Hal yang kubayangkan tidak terjadi.
Aku tersenyum, bahagia, dan tak bisa berhenti tersenyum.
Sungguh, Allah sangat sayang padaku.
Aku tidak akan takut lagi.
Aku tidak takut lagi.
Dan dengan santun kuberitahu padanya,
“jangan khawatirkan aku, aku bahagia untukmu”
Aku siap sekarang untuk cerita-cerita manisku sendiri.
Aku tidak takut lagi.
Melepaskannya, dan mengetahuinya bahwa ia mendapatkan yang diinginkannya.
Buatku itu kebahagiaan yang tak ternilai.
Maka, the moment I told, “I am happy for you”
It means, I am truly happy, truly happy to feel, truly happy to say.