Part IV : We Could Be In Love

Ini lanjutan dari kisah  berantai sebelumnya. Enjoy 🙂

February 2010. 

Image

Sebuah berita besar dan sangat membahagiakan aku terima di penghujung bulan February. Confirmed single. Salah seorang sahabatku mengetahuinya setelah gak sengaja ia mancing pembicaraan mengenai sesosok manusia yang bernama ‘pacar’. 

Disitulah akhirnya terungkap status sesungguhnya dan skenario besar yang ada di balik cerita tentangnya yg udah taken. Lebay? Ehmm.. tepatnya childish. Gimana gak, rekan si Mr X ini sengaja mengungkapkan ke public kalo Mr X  is not single and available. Karena rupaya orang ini pengen jodohin dengan cewek yang lain, dan pengen jodohin aku sama si ‘video player’ yang kebetulan jadi pelampiasan sementara kala itu. Sangat gak dewasa. 

Well, mungkin aku juga gak dewasa yaaa..main2 dengan hati orang dan…aku gak pernah ngerasa bangga karena ternyata itu bisa menyakitkan buat orang lain. Okay, lanjut ke soal terungkapnya status si gebetan atau si Mr X itu. 

Sore itu, setelah menerima kabar bahwa dia single dan open, akhirnya aku memberanikan diri mengirim ‘sinyal’ secara lebih tegas. Tapi tetap, I don’t want to be the one who made moves. Ini udah waktunya meninggalkan dunia emansipasi wanita dan menemukan seseorang yang genuine memberikan effort nya untuk mendekatiku. 

Kebetulan aku punya sesuatu untuk berbagi, sepotong kue. Akhirnya, aku sengaja kasih ke si gebetan dan Alhamdulillah dia menyambut baik. Dari situ, gayung bersambut dan masuk ke bulan setelahnya, kami sudah membuka percakapan lebih jauh. 

Maret 2013

Image

Pernahkah kepingin jadi anak kecil yang punya banyak mimpi dan imajinasi seperti Wendy dalam kisah Peter Pan? I had.

Salah satu mimpiku adalah bisa bersama dengan orang yang tepat, di waktu yang sudah kurencanakan sebelumnya, dengan imajinasi-imajinasi indah yang aku bangun di dalam pikiranku saat aku bertemu orang tersebut.

Yang tidak aku sangka, ketika impian itu terasa jauh.. dalam satu hari itu menjadi terasa sangat dekat. Gak butuh waktu lama, Allah SWT menjawab doaku setelah aku hampir kehilangan harapan. Dengan si gebetan yang menurut aku adalah sosok calon pasangan hidup yang aku cari, jalanku terbuka luas. 

Kami semakin dekat dan tampaknya hubungan ini berjalan baik. Siapa bilang mimpi sulit jadi kenyataan. When you least expected, the dream can came true. Meski bukan dengan cara yang kamu pernah imajinasikan sebelumnya. 

Di bulan ini kami semakin dekat dan komunikasi semakin lancar, seakan aku lupa bahwa aku pernah berada dalam fase love fool. Hehe..bahkan di saat menulis ini aku masih ingat dengan jelas bagaimana asal muasal hubungan ini. 

Di bulan selanjutnya, aku gak mau kalah sama anak ABG, butuh PENGAKUAN. Yep, desperate nya si cewe kalau lagi pedekate tertuang jelas dalam syair-syair lagu band rada alay ‘Armada’ di lagu ‘Mau di bawa Kemana?’. Ini jadi theme song wajib setiap aku dan temen-temen hang out karaoke dan mereka seneng nge- bully aku dengan lagu ini. 

Tapi gak apa, dengan lagi itu pula aku sukses dapat pengakuan. Pathetic? Well, you can say anything but it’s my way. Unrequited love? Aku gak ada minat untuk mengulang semua pahitnya itu kembali. I just wanna be happy with someone I love, and of course who love me back. Makanya aku butuh pengakuan. Sesimpel itu alasannya. 

Memang banyak yang menganggap kalau udah dewasa rasanya gak perlu yang namanya pertanyaan atau pengakuan ‘jadian’, yang ada ‘jalan bareng’. Okay, kalau ukurannya gitu mungkin aku bukan orang yang udah dewasa. But trust me, every girl has an assurance. Ya gak?

Well, setelah meresmikan ‘jalan barengnya’, hubungan kami semakin dekat dan aku masih terkadang merasa sensasional. Orang yang dulu aku pikir gak akan ngelirik sama sekali ke aku atau punya rasa tertarik yang lebih jauh ke aku, dengan kesadarannya sendiri datang dan menawarkan hatinya buatku. Isn’t it the sweetest thing? 

anyone who seen us, knows what going on between us..it doesn’t take a genius to read between the line..

and it’s not the wishful thinking, or only me who’s dreaming..i know what this all symptoms of..

We could be in love. 

Lagu ini dideklarasikan sebagai lagu kami. 

December 2010

Image

I married a man of my dream on my birthday. 🙂

Gak sepenuhnya mulus, tapi aku bahagia. Setelah 5 bulan setelah menikah (baca post : Flash back : Penantian), aku akhirnya positif hamil. 

12 January 2012, putri pertama kami lahir setelah perjuangan panjang dan melelahkan yang aku alami selama hamil. Namun, sejak saat ia lahir hingga saat ini..aku bahkan terkadang lupa sakit dan lelah yang pernah aku rasakan. Itulah salah satu keajaiban hidup yang selalu aku syukuri. 

Image Image

 

Ini bukan the end dari rangkaian kisah yang pernah aku tulis, tapi ini adalah sebagian dari perjalanan yang aku masukkan ke dalam buku keajaiban hidup.

Have a nice weekend, good people

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s