Hadapi Keadaan tanpa Harus Benci Keadaan

percakapan online sore hari di kala hati remuk redam selesai bimbingan skripsi :

kenshibatosai (2/23/2009 3:01:05 PM): Emg ikhlas yg bnr2 tuh gmana?
xxxxx (2/23/2009 3:01:46 PM): hadepin keadaan,..tanpa harus benci keadaan,.
xxxxx (2/23/2009 3:02:22 PM): yang gw liat sekrng,.lo benci keadaan lo yang sekrg ini,.lo benci sama perasaan lo saat ini,.
xxxxx (2/23/2009 3:04:05 PM): gw yakin lo tuh ce huebat,

i feel blue today,,

karena mimpi yang gak jelas, dan karena ngantuk yang tak tertahankan.

buka account ebuddy, ketemu temen2 di dunia maya, dan bertukar-tukar cerita. awalnya lumayan untuk ngisi waktu sambil nunggu pembimbing skripsiku di bangku ruang tunggu kantornya.ketawa2 dan lumayan ngurangin ngantuk yg luar biasa tadi siang.

selesai bimbingan, aku tambah lemes, bener2 feeling blue. ya Allah, kyanya aku ngerasa bener2 pengen ngilang beberapa waktu aja.aku pengen sendirian, gak pengen berinteraksi dgn siapapun. aku ngerasa seakan gak punya energi untuk melakukan apapun.

yah, gak perlu panjag lebar lah aku ngejelasin semua kenapa aku tiba-tiba down selesai bimbingan.semua yg pernah ngerjain skripsi pasti tau lah.fyuhhhhhh….

trus, lanjut ke ebuddy dan ceting dgn satu temen yang baik dan bijak. ngelanjutin obrolan yg udah ngalor ngidul dari tadi pertama kali ceting.dia paham apa yg aku rasain saat ini, tentang perasaanku yang selama ini kyanya membelit.tentang usahaku untuk bisa menjadi ikhlas atas semua hal menyakitkan yg terjadi.

ya, dia bilang itu tadi.. “hadapi keadaan tanpa harus benci keadaan”

setelah itu aku sadar banget, selama ini aku secara gak sadar membenci keadaanku.aku selalu mengeluhkan perasaanku, dll.

aku jadi sadar, untuk bisa ikhlas, bukan lari dari kenyataan.tapi hadapi dengan dada membusung dan hati yang lapang.jadi pemain yang sportif yang masih menyalami lawannya meskipun kalah.jangan pernah lagi bertanya, “kenapa Tuhan?” karena yang punya jawaban cuma hati ku sendiri. karena skenario ini sudah dirancang Tuhan, dan aku manusia hanya bisa menjalani dan berusaha yang terbaik.

ingat kata2 temenku itu, aku jadi merasa buruk banget karena selama ini ternyata apa yang aku bangga-banggakan, bilang berusaha ikhlas, tapi ternyata gak seperti apa yang terlihat orang.

yah,aku berterima kasih karena masih ada orang-orang yang mau peduli dan berusaha menyadarkan aku.

ingat kata2 itu juga aku jadi bersemangat lagi sedikit soal skripsiku yang tadinya aku ngerasa blue banget,down,mess up ya jadi sedikit berpikirlah untuk bersikap lebih dewasa dan sportif..dan pastinya aku harus menjadi cukup kuat untuk menjadi tumpuan diriku sendiri, karena aku yakin banyak orang terutama orang tua ku yang mengharapkan yang terbaik dariku. aku gak boleh nyerah hanya karena kepusingan-kepusingan yang (nyatanya) memang aku buat sendiri, aku harus kuat, aku harus hadapi ini.

“hadapi keadaan tanpa harus membenci keadaan”

mudah2an aku adl perempuan hebat seperti yg temenku bilang. aminnn.

Advertisements

2 thoughts on “Hadapi Keadaan tanpa Harus Benci Keadaan

  1. benar, ka rayyan..
    kita manusia cuma bisa berencana, yg punya ACC tetap saja YANG MAHA PERKASA..
    so, kita harus kuat dan menikmati semuanya.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s