part 3 : love fool.

January, 2010

Tahun sudah berganti, tapi tampaknya aku gak bisa ke lain hati. Setiap hari cuma iwish upon a falling star, berharap ada keajaiban aku bisa punya kesempatan untuk lebih dekat.

Alrite, I knew that he’s not single anymore and the most interesting part is, I can definitely bear this situation, dan bahkan merasa lebih ‘tertantang’.Dalam hati masih punya keyakinan untuk terus bertahan dan seakan sulit banget untuk memilih hati yang ditawarkan seseorang yang lain.

One day, I had a chance to SAT RIGHT IN FRONT OF HIM. Aku kebetulan sedang menyaksikan sebuah video menggunakan player milik rekan yang tepat duduk di depannya. Dan kebetulan, saat itu ia sedang ada di mejanya dan juga rekan setimnya yang lain.

Sesekali bisa lah curi-curi pandang dan kadang, entah ini kegeeran atau gak, dia juga melakukan hal yang sama. Oh, No…ini semakin menantang. Seneng banget rasanya, tapi di dalam hati juga ada rasa kesal. Kenapa dia harus terus ramah dan bikin GR padahal aku tau kenyataannya ia sudah punya pacar.

Momen terdekatku dengannya tesebut, justru menimbulkan polemik yang lain. Aku malah dijodoh-jodohin dengan rekannya yang meminjamkan player video padaku. Bahkan, ketika yang lain heboh bersuara, ia dengan santainya juga menanggapi. Ugh, sakit…deh..huhuhu. Rasanya agak marah dalam hati, dan daripada semakin kesal, lebih baik aku pergi dari tempat itu.

Sore harinya, aku bertemu dengannya dan rekan2 setimnya di depan kantor saat ingin pergi ke supermarket terdekat kantor. Mereka sedang santai dan asyik menyantap bakso. Mataku jelas tepat sasaran menuju target di radar, memandang ke arahnya. Ia tersenyum padaku dan berkata, ‘Hai’ dan aku jawab dengan hal sama. Namun, justru rekan nya yang dengan sangat peduli menanyakan arah tujuanku ke mana. Damn, so ironic and pathetic me.

Beberapa hari kemudian, muncul foto di jejaring sosial yang menandakan kedekatanku dengan rekannya tersebut. Haduh…bukannya bermaksud rude, aku langsung remove namaku dari foto itu, aku cuma takut dia akan lihat foto itu. Hancurlah dunia kalau dia sampai mengira aku beneran dekat sama orang itu.

Aku pantau terus setiap hari foto itu. Lumayan banyak komentar-komentar iseng, tapi gak satu pun komentar dari sang oknum sasaran. Tidak ada reaksi sama sekali darinya di saat yang lain sibuk berkomentar. Positif, he doesn’t even care. Means that, I think I waste my time hoping that someday, he’ll look at me.

Also, gak lama kemudian muncul komentar yang sangat bikn hatiku hancur berkeping-keping receh. Dari satu komentar, aku tahu satu hal yang tersirat bahwa ia mungkin akan segera menikah. Satu hal tersebut sangat bikin aku down, dan akhirnya berhenti memantau foto itu. I give up. Aku malah sempat merasa sudah malah dengan yang namanya ce-i-en-te-a.

It was unfair. Totally unfair. Di saat aku menemukan orang yang benar-benar aku suka dan inginkan, justru aku gak bisa memilikinya. Padahal, it took a lot of time and efforts to fall in love again. But, once I sucessfully falling in love, seems like the love itself won’t take my side.

I’m drowning in despair. Okay, jika aku gak bisa memilikinya…mungkin takdir. Tapi buruknya, pelampiasanku adalah, I play and flirt with another hearts. Sahabat terdekatku bahkan sampai memperingatiku untuk berhenti menjadi seorang ‘player’.

Yang aku heran, sikapnya selalu ramah padaku dan bahkan kadang agak terkesan flirting. Pernah satu kali aku menanyakan hal basa-basi padanya. “Kok gak makan bakso nih Mas sore2?”
jawabannya, “tergantung…kalau makannya sama kamu baru mau”.

Oh God, so tempting. Tapi sangat dimungkinkan itu hanya sebuah sikap cunihin yang bisa diaplikasikan pada wanita mana saja. Tapi tetap saja, aku sueneeeeeeng buangetttttt nget nget. Such an old teaser, but still a killer.

Yah, bagaimana mungkin buatku untuk mendapatkannya. Tak lama lagi, mungkin ia akan menikah. dan aku cuma seorang gila yang berharap non sense bahwa he’ll choose me instead of marrying his girl. I’m totally fool. Falling in love foolishly with another woman’s man. It was fooling in love.

I think I can’t never have him. So, let’s play and flirt with another ones while hoping someday love would be fair to me.

“Love me, love me say that u love me..fool me fool me..go on and fool me..
Love me love me…pretend that u love.. need me need me..just say that u’re need me”

To be continued..

*Picture from http://blissinimages.files.wordpress.com/2009/05/wish-upon-a-star.jpg

part 2 : the day after tomorrow.

december, 2009

Okay. I’m definitely under his spell. Nyengir2 sendiri setiap habis papasan, cari2 alasan main ke lantai tempat dia kerja demi berharap liat senyumnya, dan beruntungnya saat itu..salah satu tuntutan kerjaan memang mengharuskan ke suatu ruangan yang otomatis melewati mejanya.

He’s such a mystery to me. Terlihat cool dan tenang, tapi selalu buka suara untuk menyapaku kalau kita papasan. Dan selalu kelihatan serius dan berpikir kalau sedang kerja.

‘please tell me why do birds, sing when u’te near me..sing when u’re close to me..they say that i’m a fool for loving u deeply, loving u secretly..’
Yup, that was the right lyrics to describe the moment.

I’m crushed. Sepertinya harus ada cara untuk membuka jalan lebih dekat lagi. Dan akhirnya aku nekat titip salam untuk dia melalui salah satu teman di kantor.

Salam itu anomim dan tersampaikan pada waktu yg tepat, tapi juga bertepatan dengan kabar buruk yang datang.

He’s not single anymore.

Hancur hatiku kaya lagunya olgha..hehehe. Yes, i’m blue. Gak rela harus menyerah dan berhenti. Walaupun mungkin, gak berencana bertindak apapun. Tapi rasanya, gak mau untuk mencari hati yang lain, udah keburu kepincut. Hehehe. Meskipun mungkin pada saat itu, ada orang yang lebih jelas memberikan perhatiaannya. But i can’t.

Yah, dia bukan untukku mungkin ya. Meskipun dalam hati ada ide gila, ‘sebelum bendera kuning berkibar, masih punya kesempatan,’ hehehe…

Ya sudahlah…we’ll see aja selanjutnya gimana. Biar aja salam itu jadi mistery yang suatu saat ketika waktunya, akan terungkap.
I’m still underspell..but nothing i can do.

‘but i crashing my mind whenever u are near, getting deaf, dumb, and blind..just drowning in despair.. I am lost in ur flame, it’s burning like the sun..and i call out ur name, the moment u are gone.. I’m telling all tomorrow’

picture from http://farm3.static.flickr.com/2322/2091320150_a313935f87.jpg

just happy, I guess.

One day, dari sebuah serial hollywood favoritku, aku dengar satu pernyataan yang simple tapi sangat mencerahkan.

Ceritanya, ada beberapa tokoh yang sedang terlibat pembicaraan. Salah satu dari mereka kemudian bertanya kepada yang lain,

what do you want in your life?”

Lalu, di antara mereka ada yang menjawab, ” just happy, I guess.”

It’s simple. Tapi buatku itu sangat berkesan. Karena kebanyakan dari kita ketika ditanya pertanyaan yang sama akan menjawab semua yang dicita-citakannya dalam hidup. Gak salah memang, it’s natural and supposed to be. Hanya aja, kebanyakan dari kita lupa, apapun yang kita miliki dan lakukan nantinya gak akan punya arti ketika gak ada unsur kebahagiaan di dalamnya. Notice that.

Aku gak mencoba idealis atau normatif, hanya menekankan dalam diriku bahwa kebahagiaan adalah motor yang menggerakkan semangat dan memberikan motivasi dalam hidup.

So, what I want in my life?
For me, not only to achieved the things that I dreamed of. but also being able of feeling happy do what I do, and have what I have.
And for me, doesn’t really matter whether I got the things that I dreamed of or not, but also being able doing and having the things that make me happy.

So, what things would make me happy?
Let’s find out and see.

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.