the rapid acceleration.
04 Jan 2011 Leave a Comment
in My Story.. Tags: love, powerfull
5 desember 2010.
aku menikah dgn laki-laki pilihanku. pasangan ku yang telah bersama denganku dalam kurun waktu kurang dari setahun terakhir. people asked, “are you sure with your choice?” atau “is he really the one?”
bukan pertanyaan seperti itu yang aku takutkan dan ragukan jawabannya. tapi aku lebih bingung ketika ditanya apakah siap dengan pernikahan ini.
aku selalu jawab, “insya Allah siap.”
karena aku pikir, pertanyaan seperti itu tidak akan pernah ada ujungnya. sampaikan kapanpun, seorang manusia bebas tidak akan pernah sepenuhnya siap menyerahkan kebebasannya pada siapapun. manusiawi, karena aku, kau, dia, kalian, mereka, adalah individu-individu bebas namun dan bukan barang diperjual belikan. kesiapan, adalah masalah keikhlasan dirimu untuk mengalami perubahan setelah kau menentukan satu pilihan dalam hidup.
dan apakah aku siap? jawabannya lagi-lagi insya Allah aku siap.
sebab jujur, aku tak punya deskripsi yang konkrit di alam pikirku. aku hanya menerka, dan sesekali belajar pada yang sudah berpengalaman.
dan setelah aku mulai menjalani pilihanku, maka yang bisa kuungkapkan dari pernikahan bagiku adalah “rapid acceleration.”
sebelum menikah, aku adalah individu yang senang pada kebebasan dan cenderung berbuat sesuka hati. dan setelah menikah, dua hal tersebut adalah dua hal yang harus kujauhkan sebisa mungkin. apalagi namanya kalau bukan rapid acceleration jika kau harus mengubah segala kebiasaan yang mengakar dengan kebiasaan baru yang asing bagi syaraf-syarafmu.
kadang accelerasi ini sangat melelahkan hingga aku tak berdaya. kadang aku rindu kebebasan, tapi segera kusadar bahwa ini adalah konsekuensi dr pilihanku. dan aku harus bertanggung jawab atas apa yang kupilih. aku tidak menyesal memilih ini dan menghadapi rapid acceleration. hanya mungkin, ini butuh waktu dan energi yang banyak.
You say aq...