just happy, I guess.

One day, dari sebuah serial hollywood favoritku, aku dengar satu pernyataan yang simple tapi sangat mencerahkan.

Ceritanya, ada beberapa tokoh yang sedang terlibat pembicaraan. Salah satu dari mereka kemudian bertanya kepada yang lain,

what do you want in your life?”

Lalu, di antara mereka ada yang menjawab, ” just happy, I guess.”

It’s simple. Tapi buatku itu sangat berkesan. Karena kebanyakan dari kita ketika ditanya pertanyaan yang sama akan menjawab semua yang dicita-citakannya dalam hidup. Gak salah memang, it’s natural and supposed to be. Hanya aja, kebanyakan dari kita lupa, apapun yang kita miliki dan lakukan nantinya gak akan punya arti ketika gak ada unsur kebahagiaan di dalamnya. Notice that.

Aku gak mencoba idealis atau normatif, hanya menekankan dalam diriku bahwa kebahagiaan adalah motor yang menggerakkan semangat dan memberikan motivasi dalam hidup.

So, what I want in my life?
For me, not only to achieved the things that I dreamed of. but also being able of feeling happy do what I do, and have what I have.
And for me, doesn’t really matter whether I got the things that I dreamed of or not, but also being able doing and having the things that make me happy.

So, what things would make me happy?
Let’s find out and see.

Published in:  on October 29, 2009 at 8:09 am Comments (2)
Tags: ,

perempuan dan cinta.

Perempuan.
Satu kata yang dapat membuka banyak ruang penilaian. Gender, stereotype, diskriminasi, kodrat, dan apapun yang sering dikaitkan. Terkadang, aku merasa menjadi perempuan membuatku merasa memiliki kekuatan. Terlebih ketika menentang apa yang orang pikirkan terhadapnya dan memberinya jawaban terbaikku.
Tapi, ketika dihadapkan pada perasaan, aku adalah mainstream. Semua yang mereka bilang tentang perempuan, mungkin ada padaku. Sensitif dan terkadang lemah meski terlihat sombong ketika bicara. Aku masih berada di dalam mimpi menjadi Cinderella. Mengharap suatu saat akan datang ksatria berkuda yang menyelamatkanku demi cinta. Kuberitahu, menonton drama Korea bukanlah ide bagus dan lihatlah efeknya padaku. Aku ingin menjadi berbeda terkadang.
Entahlah, mungkin ini hanya kelelahanku pada gender stereotype yang melekat pada kaumku

Published in:  on October 26, 2009 at 6:50 pm Leave a Comment
Tags:

too good to be true.

Pernahkah kamu,
Ketika sangat menginginkan sesuatu
Hingga bersimpuh berdoa dan air mata
Namun tak juga kau dapatkan.

Rasa sakitnya, kehilangan harapan
Itukah yang kamu rasakan?

Tapi pernahkah kamu,
Ketika kamu hampir menyerah
Dan merasa sebuah doa terlalu baik menjadi kenyataan
Lalu datanglah pertanda baik

Bahagiakah kamu?
Atau bahkan, menjadi ketakutan?

Too good to be true,
Hingga kamu takut menghadapinya
Too good to be true,
Hingga kamu takut menggenggamnya
Too good to be true,
Hingga kamu takut meraihnya.

Apakah benar, Semua itu datang untukmu

Bukan meragukan kuasa Tuhan,
Hanya tak sanggup ketika mungkin akan diambil lagi

Maka, ketika kamu merasa apriori terhadap dunia
Hanya rasa takut yang menyelimutimu
Sebab jejak yang dulu terurai Menyisakan luka yang membuatmu lelah
Dan hampir menyerah
Maka, ketika datang sebuah pertanda Ragukah, ketakutankah,
Atau hanya sekedar waktu?

Because, it’s too good to be true.

Published in:  on October 19, 2009 at 4:52 pm Leave a Comment